![](https://i0.wp.com/joglosemarnews.com/images/2018/02/IMG_20180222_214417.jpg?resize=277%2C161&ssl=1)
SRAGEN- Kisah miris pergaulan bebas pelajar di Sragen kembali menyeruak. Seorang siswi sebuah SMP swasta di Sragen terpaksa harus menanggung aib setelah ketahuan hamil tujuh bulan.
Siswi mungil yang duduk di bangku kelas III SMP itu kini terpaksa harus berhenti sementara dari bangku sekolah. Ironisnya, pelaku yang menghamilinya terdeteksi adalah pacarnya sendiri yang juga masih berstatus pelajar SMA di Sragen.
Kasus kehamilan di bangku sekolah itu terbongkar setelah orangtua korban menyerahkan putrinya yang tengah hamil itu untuk diberikan pendampingan ke Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS).
“Kemarin dari orangtua siswi itu datang dan meminta agar putrinya dishelter dan diberikan pendampingan sampai melahirkan. Kondisinya memprihatinkan memang, masih kecil wong baru SMP. Tahunya sudah hamil tujuh bulan,” papar Koordinator APPS, Sugiarsi, Jumat (12/10/2018).
Aktivis pejuang kekerasan gender berusia 75 tahun itu mengatakan dari keterangan siswi itu, pria yang menghamilinya itu adalah pacarnya sendiri. Si pria diketahui masih duduk di bangku SMA.
Mengingat korban dan pelaku masih sama-sama sekolah, pihak keluarga meminta agar sebisa mungkin kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. Menurut aktivis yang akrab disapa Mami itu, pihak keluarga siswi itu hanya menghendaki pelajar pria bisa bertanggungjawab dan ikut mengurusi jabang bayi yang nanti dilahirkan.
“Penyebabnya pacaran kebablasan. Lalu juga pengaruh internet sehingga akhirnya anak-anak itu jadi lepas kontrol,” terangnya.
Mami mengaku sedih atas kian banyaknya kasus kehamilan siswi akibat pergaulan bebas, kekerasan seksual atau pacaran kebablasan di Sragen. Selain mengorbankan masa depan siswi, hal itu juga akan memberikan tekanan psikologis bagi mereka.
Karenanya ia sangat berharap agar orangtua senantiasa lebih waspada mengawasi putra putrinya. Memberi perhatian lebih, mengontrol pergaulan dan kegiatan di luar, dinilai bisa menjadi upaya mencegah anak dari hal-hal negatif.
“Kemungkinan minggu depan, siswinya akan kami bawa ke shelter sampai nanti melahirkan,” pungkasnya. Wardoyo