loading...
Loading...
Humas UNS

SOLO– Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa atau literasi yang bersifat produktif. Dengan menulis, seseorang mampu menyampaikan pesan yang ingin disampaikannya dengan efektif dan daya jangkau yang lebih luas. Menulis merupakan kompetensi penting bagi beragam profesi, mulai dari profesi guru, dosen bahkan seorang pustakawan pun dituntut untuk dapat menuangkan ide pemikirannya melalui tulisan.

UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Pelatihan Penulisan Kreatif: Artikel Ilmiah, Artikel Populer dan Karya Fiksi yang diselenggarakan pada Rabu (17/10/2018) bertempat di Ruang Seminar UPT Perpustakaan UNS. Pelatihan ini diikuti dari berbagai macam profesi, mulai dari profesi guru, dosen maupun pustakawan dari berbagai daerah di Indonesia turut serta mengikuti kegiatan ini.

Baca Juga :  Ramai Berita Sriwijaya dan Garuda Indonesia Pecah Kongsi, Adi Soemarmo Tetap Kondusif

Menurut Tri Hardiningtyas selaku ketua penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis bagi peserta, tidak hanya secara teoritis saja, tetapi peserta akan dibimbing langsung oleh para narasumber yang sudah pakar dibidang kepenulisan. Sehingga diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat menghasilkan sebuah karya dalam bentuk artikel ilmiah, artikel popular maupun sebuah karya fiksi.

Dalam pelatihan ini, menghadirkan tiga narasumber yang sudah ahli didunia kepenulisan yaitu Penulis Fiksi Yuditeha, Pimpinan Redaksi Harian Solopos Suwarmin, M.M., dan Kepala UPT Perpustakaan UNS, Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum dan dimoderatori oleh Pustakawan UNS, Dinar Puspita Dewi, MIP.

Prof. Dr. Widodo Muktiyo selaku Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama UNS saat membuka acara pelatihan ini mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan ini, karena dengan mengikuti pelatihan ini peserta akan dibimbing dan diajari menulis sebuah artikel ilmiah, artikel popular maupun karya fiksi.

Baca Juga :  Produk Kopi Asmara Ciptaan Siswa SMK Citra Medika Sragen Mendadak Ramai Diburu. Apa Istimewanya? 

Yuditeha dalam pelatihan ini menjelaskan ada beberapa cara praktis, agar kita bisa membuat cerita yang baik, dengan memperhatikan enam hal beriku ide, sudut pandang, kelogikaan cerita, tanda atau clue, alur cerita dan ending. Enam hal ini yang nantinya menjadikan cerita yang kita tuangkan dapat diterima oleh pembaca.

Sementara itu, Suwarmin menambahkan menulis adalah pekerjaan yang menyenangkan. Keterampilan menulis bisa lahir karena bakat yang sudah dibawa sejak lahir, namun bakat atau kemampuan sejak lahir jika tidak diasah akan layu dan tidak berguna.

Baca Juga :  Persemki : Lulusan Sekolah Kesehatan Diuntungkan Dalam Era Revolusi Industri 4.0 Karena Tidak Terganti Dengan Robot

“Tekad yang kuat serta ketekunan yang kontinyu akan sangat berpengaruh besar terhadap keberhasilan seseorang dalam menulis sebuah artikel atau tulisan yang lain. Terus belajar dan tidak mudah menyerah akan membuahkan hasil yang maksimal,” tegasnya.

Di sisi lain, Muhammad Rohmadi dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa kunci awal seseorang dapat menuangkan ide gagasan dalam sebuah tulisan harus dimulai dengan senang membaca buku. Mustahil orang bisa menulis kalau tidak gemar membaca buku. Maka mulailah dengan kita senang membaca buku, minimal setiap hari kita membaca buku walaupun hanya beberapa menit.

“Membaca untuk menulis dan menulislah untuk dibaca umat sepanjang hayat,” tambahnya. Triawati PP

Loading...