loading...
Loading...
Hargiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menyatakan ada pergeseran penyakit mematikan yang menjadi ancaman di masyarakat dewasa ini. Jika dulu penyakit banyak didominasi penyakit menular, kini pola itu mulai bergeser ke penyakit tidak menular namun berisiko fatal terhadap kematian.

Hal itu disampaikan Kepala DKK Sragen, Hargiyanto di sela peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2018 Senin (12/11/2018). Ia menyampaikan berdasarkan grafik penyakit, ada tren pergeseran penyakit yang saat ini terjadi di masyarakat.

Dampak transisi epidemologis membuat tren penyakit mulai bergeser dari dominasi penyakit menular menjadi tidak menular. Menurutnya pergeseran itu terjadi sejak 2010 hingga sekarang.

Baca Juga :  Merasa Dilewatkan Rombongan Bupati, Pedagang Pasar Kota Sragen Kecewa. Di Pasar Bunder Sempat Mborong Belanjaan, di Pasar Kota Hanya Singgah Makan 

“Dulu yang banyak dan berbahaya adalah penyakit menular seperti diare, Demam Berdarah dan sejenisnya. Tapi sejak 2010 ke sini mulai bergeser. Sekarang yang banyak justru penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, hipertensi dan diabetes melitus (gula),” paparnya.

Menurut Hargiyanto, empat jenis penyakit tak menular itu memang sangat berbahaya dan mulai dominan. Dari analisa, mayoritas penyakit itu lebih banyak disebabkan oleh perilaku hidup seperti pola makan dan kebiasaan hidup.

Konsumsi makanan tanpa pola, kurang istirahat, konsumsi rokok hingga kebiasaan buruk lainnya adalah faktor yang memicu munculnya penyakit tersebut.

“Karenanya solusi pencegahannya yaitu dengan gerakan masyarakat sehat (Germas). Ini yang kita gencarkan yaitu mengajak masyarakat untuk senantiasa membiasakan gerakan masyarakat hidup sehat. Pola makan, istirahat dan berolahraga adalah sarananya. Konsumsi buah dan sayur juga wajib ditingkatkan,” tandasnya. Wardoyo

Baca Juga :  Dihantui Bayangan, Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Polisi Sragen Mengaku Sempat Tidur di Sawah 

 

Loading...