loading...
Loading...
Anggota Satgas TMMD Reguler 103 Kodim 0725/Sragen mengecek mesin molen. Foto : istimewa.

SRAGEN-TMMD Reguler ke-103 Tahun 2018 yang dilaksanakan Kodim 0725/Sragen merupakan TMMD yang tergolong berat.

Sebab sasaran fisik yang harus dikerjakan oleh Tim Satgas TMMD mulai dari pengecoran jalan penghubung dua desa lokasinya sangat curam. Bahkan harus menerobos hutan. Selain itu pengecoran embung dengan volume cukup lebar dan dalam.

Baca Juga :  Binter Manunggal di Sragen Targetkan Cor Jalan 485 Meter di Desa Somorodukuh Plupuh. Para Camat Hingga Danramil Dapat Burung Garuda Pancasila  

Semua sasaran fisik tersebut sangat membutuhkan stamina yang sehat dan kuat agar tubuh tidak gampang drop alias sakit.

Salah satu anggota Satgas TMMD, Serka Sukalis mengatakan, program TMMD seperti ini sudah sering kali diikuti. Cuma yang agak membedakan TMMD di Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo sekarang dirasakan lebih membawa berkah.

Baca Juga :  Binter Manunggal di Sragen Targetkan Cor Jalan 485 Meter di Desa Somorodukuh Plupuh. Para Camat Hingga Danramil Dapat Burung Garuda Pancasila  

Hal ini karena bobot badannya dari semula 85 kilogram bisa turun drastis menjadi 75 kilogram.

“Saya tidak harus pusing menurunkan berat badan untuk menghadapi kesamaptaan jasmani tiga bulanan ataupun kesamaptaan untuk ujian kenaikan pangkat,” ujar Serka Sukalis, Selasa (6/11/2018).

Baca Juga :  Binter Manunggal di Sragen Targetkan Cor Jalan 485 Meter di Desa Somorodukuh Plupuh. Para Camat Hingga Danramil Dapat Burung Garuda Pancasila  

“Anggota Satgas juga betah di lokasi TMMD. Karena suasana Desa Sukorejo sejuk dan warganya sangat humanis dalam menjamu anggota Satgas TMMD,” jelas Dantim Satgas Pengecoran Jalan Lettu Kav Mujiyono. Aris Arianto

Loading...