loading...
Kondisi dinding rumah warga Karangtengah Wonogiri yang retak

WONOGIRI-Bencana tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Karangtengah Wonogiri pada 2017 lalu tidak hanya mengakibatkan sebagian warga pindah domisili. Bencana juga berimbas pada sinyal telepon seluler atau handphone (HP).

Camat Karangtengah, Sunarto mengatakan, dampak bencana tanah longsor akhir 2017 lalu membuat sebuah menara base transceiver station (BTS) di Desa/Kecamatan Karangtengah pernah roboh. Namun tidak terlalu lama kini telah dibangun kembali.

Hanya saja menara BTS yang sebelumnya berada di dekat kantor kecamatan itu sekarang dipindah ke Dusun Wonoleren, Desa Karangtengah. Namun, sinyal ponsel di beberapa dusun di Karangtengah kini lebih lemah dari sebelumnya.

Baca Juga :  2 Ahli Waris Warga Eromoko dan Ngadirojo Wonogiri Terima Santunan Program BPJS Ketenagakerjaan. Masing-masing Dapat 42 Juta Dari JKM dan JHT

“Sinyal di Dusun Timbangan dan Sampang sekarang tidak sekuat dulu,” kata dia, Selasa (6/11/2018).

Dia menduga hal itu lantaran ketinggian menara BTS yang tidak seperti dulu lagi. Saat ini menara BTS towernya hanya sekitar 40 meter. Tidak seperti dulu yang sampai 75 meter. Diduga jangkauan tidak sekuat dulu.

Sementara akses menuju beberapa desa di Kecamatan Karangtengah yang pernah tertimpa longsor juga telah diperbaiki. Antara lain jalan dari pusat Kecamatan Karangtengah sampai Desa Purwoharjo. Aris Arianto