loading...
Loading...
Sukardi saat mengajar anak-anak tuna grahita di SLB Karanganyar, Plupuh. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Keterbatasan fisik ternyata bukan akhir dari segalanya. Sukardi (43) telah membuktikan bahwa tekad dan semangat kuat untuk mengabdi ke masyarakat, mampu mengalahkan keterbatasan.

Ya, meski terlahir dalam kondisi kaki yang tak sempurna, pemuda asal Dukuh Gebang RT 9, Gebang, Masaran itu tetap mampu berkiprah mewarnai dunianya dengan pengabdian.

Ia kini mengajar di SLB C di Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh.

Kursi roda dan sepeda motor modifikasi adalah sarana yang membantunya melakukan semua aktivitas.

Di sekolah untuk penyandang tuna grahita itu, ia mengajar bidang studi keterampilan sejak 2013. Semangat besarnya untuk mengangkat derajat sesama penyandang disabilitas memberinya spirit untuk menularkan ilmu ke puluhan siswa berkebutuhan khusus.

Baca Juga :  Ribuan Polisi dan Warga Padati Puncak Syukuran HUT Bhayangkara di Lapangan Tangen. Satu Kapolsek dan Kasat Terbaik Diganjar Penghargaan 

“Saya juga bantu mengajar anak penyandang disabilitas dari kampung ke kampung yang belum ada SLB. Salah satunya ke Desa Jabung, Plupuh. Di situ belum ada SLB sehingga saya datang sendiri ke sana. Sukarela Mas, karena saya merasa punya tanggungjawab menularkan ilmu untuk sesama disabilitas,” ujarnya Kamis (8/11/2018).

Foto/Wardoyo

Namun tak cukup hanya mengajar, kini pria yang lahir 2 September 1975 ternyata juga tercatat sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Sragen.

Dia maju dari Dapil I (Sragen, Masaran,Sidoharjo) dari Partai Perindo.

Baca Juga :  Kejari Sragen Limpahkan Berkas Kasus Kasda Mantan Bupati Agus ke Tipidkor Semarang

Sukardi menuturkan keputusannya meretas jalur politik tak lepas dari keinginan besarnya memperjuangkan nasib penyandang disabilitas. Minimnya perhatian terhadap kaum disabilitas, menjadi alasan yang mendorongnya nyaleg.

“Hanya sesama penyandang disabilitas yang tahu apa-apa yang dibutuhkan dari anak sampai lansia. Padahal semua kebijakan ada di tangan politisi. Itulah mengapa saya niatkan untuk maju ke jalur politik,” urainya.

Foto/Wardoyo

Saat ditanya alasan maju dari Partai Perindo, Sukardi mengakui selain tanpa mahar, ia melihat partai besutan Hari Tanoe itu mengusung program yang lebih condong membantu riil ke masyarakat.

Sementara itu rekan seprofesi sebagai pengajar sekolah SLB, Haryani sebut, Sukardi merupakan sosok yang baik, sabar mengajari anak-anak di sekolah.

Baca Juga :  Calhaj Termuda Sragen Diketahui Berasal dari Tanon. Yang Tertua Berusia 93 Tahun Asal Kalijambe

“Meski lokasi sekolah jauh dari rumahnya, namun Pak Sukardi rutin datang mengajar di sini,” jelasnya.

Selain mengajar di SLB Karya Sejahtera, Sukardi juga pegiat LSM pemberdayaan potensi desa, pegiat Komunitas Peduli politik Sukowati, pegiat Sekolah Politik Sragen.

Sementara, Sekjen Perindo Sragen, Leo mengaku kagum perjuangan dan semangat besar Sukardi. Menurutnya motivasi dan semangat besar mengabdi yang ditunjukkan oleh Sukardi diharapkan bisa tertanam di semua kader Perindo sesuai dengan keahlian masing-masing. Wardoyo

Iklan
Loading...