JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Resahkan Warga, 9 Anak Punk Dikukut Satpol PP Sragen. Dihukum Gunduli Temannya Sendiri

Sejumlah anak punk mencukur rambut temannya yang gimbal saat diamankan di Satpol PP Sragen. Foto/Wardoyo

IMG20181122151351
Sejumlah anak punk mencukur rambut temannya yang gimbal saat diamankan di Satpol PP Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sebanyak sembilan anak punk diamankan tim Satpol PP Sragen. Mereka dikukut saat digelar razia penyakit masyarakat Kamis (22/11/2018) siang.

Sembilan anak punk itu diamankan saat tengah ngamen dan ngetem di perempatan Pilangsari, Ngrampal. Razia dipimpin Kabid Tranmas, Sujiyanto bersama tim.

Sujiyanto mengungkapkan kesembilan anak punk itu diamankan atas laporan masyarakat. Keberadaan mereka yang sering ngamen dan nggembel di jalanan, dinilai sudah meresahkan.

“Tadi kebetulan ada laporan Kasat Sabhara meneruskan laporan masyarakat ada anak punk di Pilangsari. Saat kita sampai di sana, kita dapati sembilan anak punk sedang ngamen di perempatan,” paparnya seusai razia.

Baca Juga :  Miris, Siswi SMP di Sukodono Sragen Juga Diperkosa Berjamaah oleh 3 Temannya di Kamar Mandi Balaidesa. Korban Digilir Bergantian Siang Hari

Sembilan anak punk itu kemudian dibawa ke kantor Satpol PP. Mereka dilakukan pendataan dan pembinaan.

Sebagai bentuk sanksi, mereka juga diminta merapikan rambut dengan memotong yang rambutnya gimbal.

IMG 20181123 013858
Kasie Kerjasama dan Binmas, TM Aji saat memberikan pembinaan kepada anak-anak punk yang terjaring razia. Foto/Wardoyo

Akan tetapi bukan petugas, yang memotong rambut adalah teman mereka sendiri.

Baca Juga :  13 Kali Mencuri Motor di Jateng-Jatim, Alap-Alap Lintas Provinsi Wahyu Hasbullah Dibekuk Tim Polres Sragen. Disergap Saat Sembunyi di Malang, Terakhir Gasak Motor Pedagang Asal Gondang, Nih Tampangnya!

“Dari 9 anak itu, ada dua yang perempuan. Satu diantaranya dari Sragen. Ngakunya tadi ngamen untuk meneruskan perjalanan ke Lampung,” imbuh Kasie Kerjasama dan Binmas, TM Aji.

Sujiyanto menambahkan selesai diberikan pembinaan, mereka selanjutnya diserahkan ke rumah singgah di Dinas Sosial. Nantinya mereka akan diupayakan untuk dikembalikan ke keluarga agar diberikan pembinaan oleh keluarganya.

“Tugas kami hanya mengoperasi. Yang nangani dan pembinaan dari dinas sosial,” pungkasnya. Wardoyo