JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

DWP Wonogiri Ajak Berempati Pada Penderita Gondok Kretin dan Stunting

Resepsi DWP Wonogiri.
Resepsi DWP Wonogiri.

WONOGIRI-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Wonogiri mengajak anggotanya untuk berempati dan ikut berperan dalam mencegah dan menanggulangi penyakit gondok, kretin dan stunting.

Ketua DWP Kabupaten Wonogiri Sri Suwarni Suharno, mengatakan, peringatan HUT DWP diisi dengan berbagai kegiatan. Yaitu donor darah, pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara, bakti sosial di Desa Pucung Kismantoro, bantuan Orang Tua Asuh bagi siswa SD, dan pelatihan bantuan psikologi awal untuk korban bencana alam.

Sementara resepsi dan seminar dilaksanakan sebagai acara puncak, dengan mengambil tema Cegah dan Tanggulangi Penyakit Gondok Kretin dan Stunting Guna Mendukung Panca Program Pemkab Wonogiri di Bidang Kesehatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (19/12/2018).

Baca Juga :  Woro-woro Sedulur Wonogiri, Kini Ada Pelayanan Cepat Terpadu Alias Yanpatdu di Polres Wonogiri, Ngurus SKCK Hingga Kehilangan Bisa Lebih Cepat dan Mudah

Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam sambutannya menyampaikan, gondok, kretin, dan stunting bukan sekedar persoalan kesehatan. Tetapi juga dipengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat yang belum memiliki kesadaran hidup sehat, dan masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Pemerintah pun telah mengambil sejumlah langkah untuk menanggulanginya.

“Pemerintah telah melakukan intervensi pasar, mengawasi peredaran garam beryodium di pasar, akan tetapi langkah itu pun belum mampu memberi hasil yang memuaskan karena masih belum mampu merubah pola pikir masyarakat, untuk mengatur pola supan gizi yang berimbang karena kondisi ekonomi yang terbatas,” papar dia.

Baca Juga :  Ini Lho Lur Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Wonogiri, Ada Penambahan Kasus Baru Semuanya Dari Pelaku Perjalanan Zona Merah

Di samping itu, kondisi Kabupaten Wonogiri secara geografis juga menjadi kendala tersendiri untuk melakukan gerakan penanggulangan gondok, kretin, dan stunting.

“Kerja sosial kita untuk membangun kesadaran masyarakat terbentur pada kondisi topografi dan geografi yang berat, sulit untuk dijangkau para petugas. Untuk itu butuh kerjasama unsur pemerintah, masyarkat, dan CSR dari berbagai perusahaan,” jelas dia. Aris Arianto