JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kantongi SK Kemenkumham dan 10 Hak Paten, PSHT Cabang Sragen Segera Diklat 100 Kader Pelatih. Sebut Total Warga di Sragen Sudah 50.000 Orang 

Dewan penasehat PSHT Pusat Madiun, M Singgih (tengah) didampingi Korwil Jateng, Sapto Yohanis (kanan) dan Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Sragen, Edi Indriyanto (kiri). Foto/ Wardoyo
Dewan penasehat PSHT Pusat Madiun, M Singgih (tengah) didampingi Korwil Jateng, Sapto Yohanis (kanan) dan Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Sragen, Edi Indriyanto (kiri). Foto/ Wardoyo

SRAGEN- Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun bakal segera menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi 100 kader pelatih madya. Hal itu dilakukan menyusul sudah terbitnya Surat Keputusan (SK) Kemenkumham dan hak paten untuk organisasi PSHT Pusat Madiun.

Program Diklat pelatih madya itu akan menjadi program prioritas yang diagendakan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PSHT Cabang Sragen, Minggu (23/12/2018). Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Edi Indriyanto mengungkapkan Rakercab itu digelar untuk menyusun rencana kerja masa kerja dua tahun mendatang.

Sehingga pengelolaan dan program bisa tertata dan akuntabel. Edi menyampaikan program jarak dekat yang sudah disiapkan adalah menggelar Diklat pelatih se-Cabang Sragen.

“Segera dalam waktu dekat ini, kami persiapkan pendidikan dan latihan Pamter se-Cabang Sragen. Tujuannya agar mampu menciptakan kondusivitas Sragen,” papar Edi.

Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Pusat Madiun, Issoebiantoro saat memberikan sambutan dalam Rakercab PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun di Aula SMAN 3 Sragen, Minggu (23/12/2018). Foto/Wardoyo

Untuk diklat, nantinya setiap ranting akan diwakili tiga orang dan dari cabang sebanuak 25 orang. Sehingga keseluruhan yang akan didiklat mencapai 100an kader pelatih madya.

Baca Juga :  Buntut Video Viral Ratusan Pelamar Berdesakan Sampai Terinjak-Injak di Pabrik Boneka Masaran Sragen, Dinas Isyaratkan Sanksi. Sekda: Biar Jadi Pembelajaran Perusahaan!

Edi menguraikan, sejauh ini berdasarkan data administrasi yang terdata, jumlah warga PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun mencapai 50.000 warga.

Perihal dualisme dan adanya kelompok yang mengklaim membentuk kepengurusan PSHT lain di Sragen, Edi menegaskan sesuai dengan SK Kemenkumham, bahwa ada 10 item yang sudah mendapat hak paten dan akan jadi pijakan PSHT Pusat Madiun sebagai yang legal dan terdaftar di pemerintah.

“Jadi sudah jelas bahwa di PSHT Pusat Madiun yang sah dan ber-SK Kemenkumham. Bagi kami, PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun yang legal. Kalau ada kepengurusan sebelah ya berarti itu ilegal. Tapi kami tetap terbuka dan akan kita rangkul agar bisa menyatu kembali ke PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun,” tandas Edi.

Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Pusat Madiun, Issoebiantoro saat menghadiri Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, di Sragen Minggu (23/12/2018) menegaskan hak paten PSHT dan SK Kemenkumham sudah dipegang.

“Yang perlu diketahui, yang pertama saudara sudah punya hak paten. Hak paten yang sudah disidangkan itu nanti segera akan ditindaklanjuti ke cabang-cabang,” paparnya saat memberi sambutan.

Baca Juga :  Insiden Pengeroyokan Anggota PSHT oleh Puluhan Gerombolan Bermotor di Pilangsari Sragen. 4 Anggota Selamat Usai Kabur dan Sembunyi ke Toilet, 2 Anggota Jadi Korban

Hal krusial kedua, ia menyampaikan SK Kemenkumham juga sudah dimiliki. Karenanya semua warga PSHT Pusat Madiun tak perlu ragu lagi. Disampaikan pula, saat ini yayasan PSHT Pusat Madiun secara resmi masih eksis hingga kini.

“Jadi Saudara sekarang juga sudah punya anggaran dan pegangan dalam menjalankan AD/ART,” urai Soebiantoro.

Lebih lanjut, Soebiantoro menekankan dengan sudah mengantongi legalitas itu, semua kepengurusan di tingkat cabang bisa saling bersinergi dan berkoordinasi dengan jajarannya. Tanpa koordinasi antara Ketua Cabang dan jajarannya, termasuk ranting dan rayon, semua itu tak akan ada artinya.

Menurutnya, yang dibutuhkan PSHT adalah pemimpin yang bisa mengayomi anak buah sampai ke bawah. Sehingga dari jajaran bawah bisa menyampaikan aspirasi dengan baik.

“Di sini tidak ada istilah menang-menangan. Kalau ada permasalahan bisa diselesaikan dengan baik ndak usah rasan-rasan. Seberat apapun, sesulit apapun pasti bisa diselesaikan,” tegasnya. Wardoyo