JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Perangkat Desa di Sragen Yang Dipenjara Gara-Gara Puntung Rokok dan BH. Dilempar Kena Jilbab Lalu Masuk… 

Kaur Perencanaan Desa Sepat Masaran, Sukamto sesaat sebelum dikirim ke Lapas Sragen setelah divonis 3 bulan penjara. Foto/Wardoyo
Kaur Perencanaan Desa Sepat Masaran, Sukamto sesaat sebelum dikirim ke Lapas Sragen setelah divonis 3 bulan penjara. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Vonis 3 bulan penjara yang dijatuhkan untuk Kaur Perencanaan Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Sukamto (48) menyisakan cerita miris lagi menggelitik. Pasalnya vonis penjara itu berawal dari ulah sepele namun kemudian berubah jadi laporan pidana.

Data yang dihimpun dari Kejari Sragen, vonis penjara itu ternyata semua berawal dari ulah nakal Sukamto kepada rekan sekantornya, Kaur Keuangan berinisial SUL.

Ya, perangkat desa berusia 48 tahun asal Dukuh Pilangbango RT 20 itu harus merasakan dinginnya penjara setelah terbukti melakukan kasus penganiayaan ringan terhadap SUL.

“Terdakwa ini melempar puntung rokok dan masuk ke baju korban, Sulami. Korban mengalami luka dan ternyata tidak terima kemudian melapor ke polsek. Karena tidak menimbulkan gangguan kesehatan, akhirnya disangkakan pasalnya penganiayaan ringan dan diproses dengan tindak pidana ringan (Tipiring),” papar Kajari Sragen, Muh Sumartono melalui Kasie Pidum, Wahyu Wibowo Saputro kemarin.

Baca Juga :  Mbah Samiyem Jadi Korban Tewas ke- 20 yang Kesetrum Jebakan Tikus di Sragen. Berikut Daftar Lengkapnya!

Menurut Wahyu, biasanya kasus Tipiring memang hanya dikenakan hukuman PW atau percobaan. Namun rekam jejak terdakwa yang sudah pernah melakukan penganiayaan dan divonis penjara juga, menjadi pertimbangan majelis menjatuhkan vonis hukuman badan.

“Terdakwa itu juga resedivis kasus penganiayaan juga,” terang Wahyu.

Baca Juga :  Menangi Kontes Busana Jawa, Intan Thomas Dinobatkan Jadi Wanita Teranggun di Kabupaten Sragen. Ketua GOW Ajak Nguri-Uri Busana Kebaya

Sukamto menjalani sidang tipiring di PN Sragen yang dipimpin hakim PN Sragen, Ivan, Kamis (13/12/2018) siang. Dalam sidang singkat itu, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan penganiayaan ringan terhadap korban sehingga melanggar pasal 352 KUHP.

“Karena sidang tipiring jadi begitu dilimpahkan langsung disidangkan dan divonis. Tadi vonisnya 3 bulan penjara dan begitu putus, petikan langsung diserahkan jaksa dan sudah kami lakukan eksekusi dan dikirim ke Lapas Sragen,” urai Wahyu.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua