JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Pilu Gadis Cantik Yang Terciduk Polres Sragen di Karaoke Gravista. Awalnya Woyo-woyo, Akhirnya Nangis-nangis.. 

Ilustrasi Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Joko Satriyo saat menunjukkan pil dan hasil tes urine positif narkoba di hadapan PIM, gadis cantik yang sedang karaoke di Gravista Sragen beberapa waktu lalu. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Joko Satriyo saat menunjukkan pil dan hasil tes urine positif narkoba di hadapan PIM, gadis cantik yang sedang karaoke di Gravista Sragen, Minggu (30/12/2018) dinihari. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Wajah PIM (20) tampak begitu tegang. Aura kecemasan terlihat jelas menyelimuti roman wanita cantik asal Sambungmacan, Sragen itu, Minggu (30/12/2018) dinihari.

Betapa tidak, pesta woyo-woyo berkaraoke bersama beberapa teman pria dan wanita di Karaoke Gravista Sragen malam itu, harus berujung urusan polisi. Wajahnya langsung pucat saat polisi menemukan tiga bungkus pil koplo jenis Trihex di dalam tasnya.

“Yang satu butir sempat disembunyikan dan dibuang ke belakang. Tapi ketahuan,” ujar personel Kasat Reskrim yang memeriksa PIM.

Tak cukup sampai di situ, wajah PIM makin pasi saat petugas Dokkes Polres menunjukkan hasil tes urinenya malam itu.

“Hasilnya positif. Ayo ngaku, kamu dapat barang dari mana. Ngaku saja,” tanya Kasat Narkoba, AKP Joko Satriyo Utomo menginterogasi PIM di sela penggeledahan.

Meski diberondong pertanyaan, PIM tetap tegar dengan jawabannya baru sekali memakai dan pil koplo itu baru dibeli dari temannya dua hari lalu.

“Saya baru minum tadi tiga butir Pak,” jawab PIM.

Apapun dalih yang dilontarkan PIM, hasil tes positif dan barang bukti bungkus Trihex di tasnya sudah cukup bagi petugas Polres menggelandangnya ke Mapolres. Terlebih guratan bekas sayatan di tangan kirinya, membuat kecurigaan polisi akan kedekatannya dengan dunia candu terlarang makin menguat.

Baca Juga :  Astagfirullah, Begini Penampakan Mobil Ketua DPC Gerindra dan Wakil Ketua DPRD Pekalongan Yang Tewas Kecelakaan Maut di Tol Sragen

Dinihari itu, PIM pun harus pasrah berpisah dari rombongan karaokenya. Ia kemudian dibawa ke Mapolres dengan mobil salah satu personel Reskrim Ipda Samsudin.

Di dalam mobil, PIM menceritakan dirinya terpaksa terjerumus mengkonsumsi barang haram itu karena frustasi dengan kehidupan keluarganya. Orangtuanya broken home yang membuatnya begitu tertekan.

PIM tampak menangis saat diinterogasi di ruangan SPKT Mapolres Sragen. Foto/Wardoyo

Sesampai di Mapolres, PIM sempat diberi minum dan makan nasi bungkus. Beberapa personel Polwan sempat menenangkan dan mencoba mengorek keterangan dari PIM perihal obat terlarangnya.

Perlahan, PIM pun menitikkan air mata dan menangis. Tampak seolah menangis meratapi perbuatannya.

“Yang bersangkutan kita amankan karena hasil tes urine positif mengandung ampethamine. Ditemukan juga tiga bungkus pil yang masuk daftar G. Kami akan dalami darimana dia dapat barang,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan saat menggelar pers rilis hasil razia karaoke Minggu (30/12/2018) dinihari.

Baca Juga :  Musala di Tanon Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19. Pemilik Positif, 7 Tetangganya Ikut Tertular, Pemdes dan Satgas Sesalkan Hasil Swab Tidak Serentak Bikin Resah Warga

Kapolres menguraikan, dari penyelidikan sementara, PIM mengaku membeli 3 butir pil jenis Tryhex itu dari temannya di tempat lain dua hari lalu. Sehingga dipastikan barang haram itu bukan didapat dari lokasi karaoke.

Atas temuan itu dan hasil tes positif, Kapolres menyampaikan sementara PIM akan dijerat dengan UU Kesehatan. Jika nantinya ada kandungan narkoba maka akan dikenakan pasal lagi yang terkait penyalahgunaan narkoba.

“Statusnya sementara masih terperiksa. Kita masih akan lakukan pendalaman,” urai Kapolres.

Kapolres menambahkan razia karaoke itu digelar sebagai rangkaian kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) menjelang malam tahun baru. Tujuannya mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba maupun barang terlarang yang disinyalir sering terjadi di tempat hiburan.

“Kenapa sasaran razianya ke karaoke, karena banyak informasi dari masyarakat, di tempat itu sering menjadi lokasi transaksi penyalahgunaan narkoba dan barang terlarang. Lalu juga sering terjadi gangguan kamtibmas,” tandasnya.

Kapolres menegaskan razia serupa akan terus digelar secara berkelanjutan. Hal itu sebagai wujud komitmen memerangi penyalahgunaan narkoba dan barang terlarang di wilayah Sragen. Wardoyo