JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Simak Rahasia Sukses Berbisnis Online di Era Digital. Kadisdagnakerkop Karanganyar Sebut Ini Kuncinya

Foto/Humas
Foto/Humas

KARANGANYAR- Masyarakat dan pelaku UMKM Karanganyar diminta berinovasi dengan teknologi baik dalam produksi maupun pemasaran. Sebab kunci dalam berwirausaha untuk memasarkan produknya adalah kreatif dan peka terhadap perkembangan.

Kreatif adalah membuat sajian atau desaian yang menarik. Kemudian peka terhadap perkembangan atau mampu mengikuti perubahaan. Misalnya melalui online, mau tidak mau harus diikuti.

“Di rumah saja bisa menghasilkan. Ada tanah tetangga dijual, dipotret kemudian di onlinekan,” papar Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi (Disdagnakerkop) Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki saat menjadi narasumber dalam workshop Smartcity Forum, Pasar Online untuk kebangkitan Ekonomi Mikro di Rumah Dinas BUpati.

Baca Juga :  Awas, Hari Libur Panjang, Polisi di Karanganyar Bakal Dikerahkan 24 Jam Nonstop di Titik-Titik Ini untuk Awasi Pemudik dan Kendaraan Wisatawan. Ini Sasarannya!

Dia menambahkan semua orang berpotensi menghasilkan pundi-pundi uang. Bahkan, di rumah pun bisa menghasilkan uang. Misalnya beli singkong, digoreng dan kemudian dibungkus lalu dititipkan di toko-toko itu sudah berujud uang.

Kemudian, dari sisi kreatifnya adalah dibumbuhi berbagai rasa.

“Contoh lagi, beli kacang bawang mentah 20 kg, Rp 100 ribu. Kemudian digoreng dan dibungkusi maka lakunya lebih dari Rp 100 ribu. Itu dari rumah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sangat Terpukul, Suami Yulia Korban Pembunuhan dan Dibakar Dalam Mobil, Sampai Bilang Maaf Tidak Tidak!

Dalam berusaha itu harus ada tekad dan niat yang kuat untuk berhasil. Apalagi dengan adanya online maka akan memudahkan semua orang. Hanya saja kelemahaan, pengusaha kecil saat ini adalah masih banyak yang menggunakan manual.

Ke depan, pihaknya  akan berusaha berlatih menggunakan media untuk bisa online dan memberikan pelatihan manajemen agar lebih tertib.

“Pengusaha sukses itu biasanya keuntungan, 40 persen digunakan untuk kebutuhan. Sedangkan 60 persen untuk modal kembali,” papar Waluyo Dwi Basuki. Wardoyo