loading...
Dirjen IKP Kementerian Kominfo RI, Wiryanta (kiri) saat menyerahkan simbolis tokoh wayang kepada Dalang Ki Warseno Slenk dalam pentas wayang kulit dalam rangka sosialisasi Pemilu Sehat dan Bermartabat di Boyolali, Sabtu (1/12/2018) malam. Foto/Wardoyo

BOYOLALI- Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan angka partisipasi pemilih di Pemilu serentak 17 April 2019 bisa melampaui angka 80 persen. Guna mewujudkan target itu, Kemenkominfo terus menggencarkan sosialisasi dengan memanfaatkan berbagai sarana yang mudah dicerna masyarakat.

Salah satunya sosialisasi lewat pagelaran wayang kulit menggandeng Dalang kondang Ki Warseno Slenk di lapangan Desa Jembungan, Banyudono, Boyolali, Sabtu (1/12/2018) malam. Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkominfo, Wiryanta mengungkapkan sosialisasi itu digelar dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tahapan dan mekanisme Pemilu serentak 2019.

“Target utamanya menekan angka golput dan bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS pada Pemilu 17 April 2019 nanti. Harapan kami kalau memungkinkan partisipasi pemilih bisa di atas 80 persen. Kalau 100 persen kelihatannya enggak mungkin,” paparnya kepada wartawan di sela acara.

Baca Juga :  Geger Dosen Doktor di PTN Tertangkap Basah Selingkuhi Mahasiswi Cantik di Kamar Kos.  Digerebek Istri dan Anaknya Saat Sedang Beginian! 

Dirjen kelahiran Klaten itu menguraikan target tinggi itu dicanangkan mengingat angka partisipasi di pemilu sebelumnya berada di kisaran angka 74 persen. Sosialisasi dipandang sangat penting lantaran Pemilu 2019 nanti akan digelar serentak memilih calon presiden-wapres, caleg DPRD kabupaten/kota, provinsi hingga DPR RI.

Karenanya dalam sosialisasi ini, Kementerian Kominfo juga menggandeng sejumlah pakar yang berkompeten seperti dari KPUD Boyolali serta Ahli Hukum Tata Negara dan Demokrasi asal Universitas Sebelas Maret Surakarta, DR Agus Riewanto.

“Sebagaimana harapan Pak Presiden, Pemilu serentak 2019 bisa berlangsung secara aman. Penyelenggaraannya bisa jujur adil bebas rahasia seperti amanat UU No 7/2017 dan jadi pesta demokrasi yang sehat dan bermartabat. Nah tugas dari Kementerian Kominfo bagaimana menyosialisasikan itu ke masyarakat,” terang Wiryanta.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Takbir untuk Memuliakan Tuhan, Bukan Ancaman
Wiryanta. Foto/Wardoyo

Wiryanta menjelaskan penggunaan media wayang kulit itu dinilai cukup efektif. Selain lewat pesan yang diselipkan dalam cerita oleh ki dalang, para narasumber juga memberikan materi dalam segmen limbukan yang dikemas lebih luwes.

Sosialisasi lewat wayang kulit dinilai juga bagian untuk nguri-nguri budaya nasional di kalangan masyarakat.

Sementara dalam pentas wayang kulit malam itu, Ki Dalang Warseno Slenk mementaskan lakon “Wahyu Topeng Rojo Baroto”.

“Lakon itu mengandung pesan bahwa dalam memilih pemimpin, masyarakat diajak memilih pemimpin yang dapat mengayomi semua masyarakat, bijak, adil dan bisa membawa negara ini lebih menuju berkesejahteraan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Mucikari Siska dan Tantri Mengaku Vanessa Angel lah yang Minta Tolong di Kasus Prostitusi Online

Pentas wayang kulit malam itu berlangsung cukup meriah. Tak kurang dari seribuan warga dari Boyolali, khususnya di Banyudono sekitarnya, tumpah ruah memadati lapangan Jembungan. Bahkan sebagian sampai rela duduk lesehan di depan panggung sampai selesainya pentas Minggu (2/12/2018) dinihari. Wardoyo

 


Loading...