JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

21 Warga Keracunan Massal di Mengger Sidoharjo. Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Pesta Tahun Baru

Anggota Satreskrim Polres Wonogiri dibantu personil Kodim 0728 Wonogiri mengambil barang bukti kasus keracunan massal di Mengger Sidoharjo. Foto : istimewa
Anggota Satreskrim Polres Wonogiri dibantu personil Kodim 0728 Wonogiri mengambil barang bukti kasus keracunan massal di Mengger Sidoharjo. Foto : istimewa

WONOGIRI-Sedikitnya 21 warga mengalami keracunan massal di  Dusun Menger RT 1 RW 2, Desa Kedunggupit, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri. Sebagian dari mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Sementara sebagian lagi masih bertahan di rumah masing-masing. Namun demikian mereka masih mengalami keluhan mual, muntah, dan pusing.

Kasubag Humas Polres Wonogiri Kompol Hariyanto, Rabu (2/1/2019) mengungkapkan, awal kejadian pada Senin 31 Desember 2018 sekitar pukul 23.00 WIB menjelang pergantian tahun 2019 diadakan pesta makan-makan diikuti 30 warga.

Baca Juga :  Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Wonogiri 2020, Apa Saja Persiapan Tim Joko Sutopo-Setyo Sukarno Alias Josss dan Hartanto-Joko Purnomo Atau Harjo?

Lokasi pesta di rumah kosong milik Parwoto. Mereka mengadakan acara bakar ikan nila, ayam potong, tahu serta minum berkarbonasi jenis Sprite.

Selanjutnya pada Selasa (1/1/2019) sekitar pukul 18.00 WIB dari sebagian yang ikut acara pesta mengalami pusing dan mual serta muntah. Kemudian dilarikan di Klinik Sabrina di Sidokriyo, Desa Kerjolor, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri.

“12 warga dirawat di Klinik Sabrina. Sedangkan yang merasa mual dan masih di rumah ada 9 warga,” ungkap dia.

Baca Juga :  Ada Balap Lari di Wonogiri, Bupati Joko Sutopo Alias Jekek Tekankan yang Penting Patuh Protokol Kesehatan

Para korban, menurut dia, merupakan warga sekitar lokasi kejadian.

Saat ini petugas sudah bertindak cepat. Sejumlah barang bukti diamankan meliputi sisa muntahan dari korban, alat bakar makanan, botol kosong minuman merk Sprite, sisa makanan berupa nasi, kol, dan mentimun, dan sisa bumbu.

“Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Apa penyebab keracunan itu masih belum bisa dipastikan,” tandas dia. Aris Arianto