JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Hati-hati Kalau Mau Berlibur di Pantai Wonogiri. Ada Perkiraan Gelombang Tinggi 4 Meter di Laut Selatan Sampai 8 Januari

Pengunjung bermain air di Pantai Nampu, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pengunjung bermain air di Pantai Nampu, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri.

WONOGIRI-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengingatkan adanya gelombang tinggi Samudera Indonesia. Disebut-sebut gelombang tinggi mencapai empat meter.

Diperkirakan gelombang tinggi bakal berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Tepatnya hingga 8 Januari pagi.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto mengatakan telah mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tanggal 5 Januari 2019. Isinya peringatan dini terjadinya gelombang tinggi. Gelombang akan terjadi mulai Sabtu (5/1/2019) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (8/1/2019) pukul 07.00 WIB.

Baca Juga :  Tes Urin Mendadak Bagi Prajurit TNI di Kodim 0728 Wonogiri Untuk Sisir Narkoba, Seperti Ini Hasilnya

“Gelombang tinggi berpotensi terjadi di Samudera Indonesia. Tinggi gelombang diperkirakan antara 2,5 hingga 4 meter,” kata dia.

BPBD selanjutnya mengimbau hati-hati terhadap aktifitas di sekitar pantai selatan wilayah Wonogiri. Pasalnya pantai Wonogiri bersinggungan langsung dengan Samudera Indonesia.

Aktitas tersebut, dia jelaskan di antaranya penangkapan ikan laut dan hasil laut lainnya oleh nelayan. Selain itu aktifitas wisatawan yang menikmati keindahan panorama laut selatan.

Baca Juga :  Pasar Purwantoro Wonogiri Jadi Sasaran Rapid Test Corona, Puluhan Pedagang Hingga Juru Parkir Dapat Giliran Tes Cepat

Imbauan tersebut diberikan kepada pemerintah kecamatan dan desa sekitar pantai. Juga diberikan kepada pengelola tempat wisata. Pun BPBD telah memasang papan peringatan gelombang tinggi di sekitar pantai.
Pihaknya terus melakukan pantuan di sejumlah pantai, seperti Sembukan, Nampu, Klotok, Waru, maupun Parangjoro. Sementara ini situasi masih terpantau aman dan terkendali. Aris Arianto