JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Innalillahi, Tak Kuat Kehilangan Istri Tersayang, Kakek 78 Tahun di Gondang Sragen Nekat Gantung Diri di Kebun 

Tim Polsek dan warga saat mengevakuasi jasad korban dari pohon jati tempat menggantung diri, Kamis (31/1/2019). Foto/Wardoyo
Tim Polsek dan warga saat mengevakuasi jasad korban dari pohon jati tempat menggantung diri, Kamis (31/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kisah tragis kembali menyeruak dari Gondang Sragen. Seorang kakek berusia 78 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon jati belakang kebunnya, Kamis (31/1/2019) pagi.

Jenasah kakek malang yang tinggal di Dukuh Kaliwedi RT 5, Kaliwedi, Gondang itu kali pertama ditemukan oleh seorang bocah bernama Diva (12) tetangganya. Korban ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB saat hendak buang hajat ke rumah kakeknya yang bersebelahan dengan kebun korban.

Data yang dihimpun di lapangan, korban ditemukan menggantung di pohon jati dengan tali senar warna hijau. Di lokasi kejadian, juga ditemukan kursi yang digunakan sebagai alat untuk memanjat sebelum korban menggantung.

Kades Kaliwedi, Daryono menuturkan pagi itu Diva semula hendak mengantar teh ke rumah korban. Karena tak ada jawaban, ia kemudian pulang dan kemudian menuju ke rumah kakeknya untuk buang air besar.

Baca Juga :  Jualan Sepi Dampak Pandemi Covid-19, Tukang Pentol Goreng Asal Tangen Nekat Bunuh Diri Terjun dari Jembatan Sapen. Padahal Anak Keduanya Masih Bayi

Saat melintasi kebun, ia kaget mendapati korban sudah meregang nyawa dalam posisi tergantung tali senar di leher yang ditambatkan di pohon jati.

Tak lama berselang, tim Polres, Polsek dan Puskesmas langsung tiba melakukan evakuasi dan olah TKP. Menurut Kades, korban selama ini terlihat tak menunjukkan gejala keluhan dan dari ekonomi juga terbilang tak ada kekurangan. Warga memperkirakan, korban mengalani depresi karena hidup sendirian setelah kehilangan sang istri tercinta yang meninggal akibat sakit tiga bulan silam.

“Almarhum selama ini memang sangat menyayangi istrinya. Istrinya juga sangat penyayang. Mungkin merasa kehilangan dan tinggal sendirian itu yang memicu korban mengalami tekanan psikis. Sebenarnya anak-anaknya sudah mapan semua. Ada yang kerja di Tangerang, Jakarta dan sukses semua. Nggak ada keanehan atau keluhan apapun,” papar Kades Daryono.

Baca Juga :  Bawaslu Sragen Tolak Dugaan Langgar Kode Etik, Begini Sanggahan Mereka

Sepeninggal sang istri, korban memang tinggal sebatang kara di rumah. Sempat diajak tinggal bersama anaknya di Karanganyar, korban hanya kerasan sekitar sepekan saja dan pulang kembali ke rumah.

“Sudah dimakamkan tadi pagi sekitar jam 10.00 WIB,” terang Daryono.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Harno membenarkan kejadian itu. Dari hasil olah TKP dan saksi-saksi, korban murni gantung diri dan tak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan. Wardoyo