JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Isu Perempuan Kubu Jokowi dan Prabowo Sama-sama Tak Membumi

pilpres
Ilustrasi

JAKARTA – Pemilih kaum perempuan menjadi target sasaran bagi kedua kubu dalam Pilpres 2019. Sayangnya, narasi kedua kubu untuk menggaet kaum perempuan tersebut masih belum gereget dan membumi.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Y-Publica Rudi Hartono saat mengungkapkan hasi survei yang dilakukan oleh lembaganya.

Hasil sigi lembaga tersebut menunjukkan mayoritas pemilih perempuan sebanyak 54,5 persen memilih Jokowi – Ma’ruf. Sedangkan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno hanya didukung oleh 31,6 persen pemilih perempuan.

Rudi  mengatakan, narasi kedua kubu untuk menggaet pemilih perempuan tidak begitu dikenal publik. Di kubu Prabowo-Sandi ada narasi The Power of Emak-Emak, sedangkan kubu Jokowi – Ma’ruf mengusung narasi Ibu Bangsa.

“Narasi kedua kubu ini kurang membumi di tengah pemilih perempuan,” kata dia di bilangan Menteng, Jakarta pada Senin (14/1/2019).

Baca Juga :  Dua Pertiga Pengurus Wilayah dan Cabang Setuju, PBNU Putuskan Muktamar Ke-34 Diundur hingga Akhir Tahun 2021

Rudi mengatakan faktanya hanya 47,6 persen responden yang mengaku mengetahui atau pernah mendengar narasi-narasi itu. Masalahnya lagi, 60,7 persen responden yang pernah mendengar atau mengetahui narasi itu merasa aspirasinya tidak terwakili oleh kedua narasi.

Sedangkan, menurut hasil surevei lembaganya, isu harga kebutuhan pokok dan pemberdayaan ekonomi sangat menjual di kalangan perempuan. Isu ekonomi ini yang selalu digaungkan calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno.

“Isu perempuan yang dinilai seharusnya diperjuangkan menurut survei kami, yakni isu harga kebutuhan pokok sebesar 24,8 persen dan pemberdayaan ekonomi sebesar 18,5 persen. Jadi sebenarnya aneh kenapa isu ini tak berdampak banyak terhadap elektabilitas Prabowo-Sandi,” ujar Rudi.

Baca Juga :  Khawatir Jadi Klaster Penularan Covid-19, PP Muhammadiyah Imbau KPU Tunda Pilkada

Menurut analisis Rudi, hal tersebut terjadi karena para perempuan sadar hanya dijadikan komoditas politik semata dalam pemilu ini. Secara keseluruhan, elektabilitas Jokowi – Ma’ruf masih unggul dari Prabowo – Sandi dengan selisih lebih dari 20 persen. Elektabilitas Jokowi – Ma’ruf 53,5 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 31,9 persen.

Y-Publica mengadakan survei pada 26 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 dengan melibatkan 1200 responden. Survei dilakukan melalui pemilihan responden secara acak atau multistage random sampling. Tingkat kesalahan alias margin of error dalam survei ini sebesar +/- 2,98 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

www.tempo.co