JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, 12 Nyawa Melayang Tiap Bulan di Jalan Raya Sragen, Kasatlantas Langsung Terjun Pasang Ratusan Imbauan. Sebut Ada 4 Ruas Paling Banyak Makan Korban! 

Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dani Permana Putra bersama tim saat memasang imbauan rawan laka di depan SDN 7 Sragen, Senin (7/1/2019). Foto/Wardoyo
Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dani Permana Putra bersama tim saat memasang imbauan rawan laka di depan SDN 7 Sragen, Senin (7/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Jalanan di Sragen masih belum bisa melepaskan predikatnya sebagai perenggut nyawa paling signifikan. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun.

Data terakhir di Polres Sragen, dalam kurun setahun 2018, setidaknya sudah 143 korban tewas akibat kecelakaan di wilayah Sragen. Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dani Permana Putra mengungkapkan dari hasil analisa dan evaluasi 2018, total ada 1.043 kejadian kecelakaan dengan korban meninggal mencapai 143 orang.

Jika dirata-rata, setiap bulan hampir 12 nyawa melayang di wilayah Sragen. Menurutnya, kondisi itu memang menjadi keprihatinan tersendiri bagi Polres Sragen mengingat tren angka kecelakaan itu dari tahun ke tahun cenderung tetap stabil tinggi.

“Mayoritas penyebabnya memang karena faktor human eror. Ini yang mestinya jadi perhatian bersama. Artinya semua pihak dan pengendara harus lebih meningkatkan kesadaran dalam tertib berlalulintas lagi,” papar Kasatlantas mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Senin (7/1/2019).

Dari catatan Joglosemar, angka kecelakaan dan korban jiwa di Sragen memang cenderung stabil tinggi dari tahun ke tahun. Seperti di 2017, tercatat ada 111 korban jiwa melayang akibat kecelakaan di semua jalur Sragen.

Baca Juga :  Sragen Berduka, Ustadz Muda Habib MA Pimpinan Ponpes El Nusa Shobo Guno Meninggal Dunia Positif Terpapar Covid-19. Pemakaman di Ponpes, Tetap Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

Sementara, setahun sebelumnya, hingga kurun 10 bulan (Januari-Oktober) saja, sudah ada 99 korban jiwa karena kecelakaan dari 662 kejadian.

Meski seolah menjadi tren tahunan, Kasatlantas mengatakan hal itu tak lantas membuat jajaran Polres berpasrah. Pihaknya terus berupaya mencari solusi untuk menekan angka kecelakaan dengan mengintensifkan imbauan dan sosialisasi.

Termasuk, Senin (7/1/2019) pihaknya bersama tim Dikyasa Satlantas tergerak terjun langsung memasang papan imbauan di sepanjang titik rawan laka di jalur utama Sragen.

“Kami terus berupaya, salah satunya hari ini kami pasang imbauan lewat baliho dan MMT di beberapa titik rawan di jalur protokol Sukowati. Total ada 300 titik rawan yang kita pasangi imbauan,” papar Kasatlantas didampingi Kanit Dikyasa, Ipda Riena di sela pemasangan imbauan depan SDN 7 Sragen.

Foto/Wardoyo

AKP Dani menguraikan jalur protokol memang menjadi salah satu prioritas lantaran tren angka kecelakaan di jalur Sukowati juga cukup tinggi.

“Di beberapa lokasi, banyak masyarakat yang sering menyeberang tanpa memperhatikan situasi arus di kanan kirinya. Dengan adanya imbauan ini, setidaknya akan mengingatkan fokus mereka agar lebih berhati-hati ketika berkendara atau menyeberang,” tandasnya.

Baca Juga :  Ada Soal Dinilai Berbau Ajaran Komunisme, Dinas Pendidikan Sragen Akhirnya Tarik 11.000 Lebih Buku Modul PPKN SMP dari Siswa. Lembaran Halaman Kontroversial Langsung Diganti

Selain imbauan lewat MMT dan baliho, Kasatlantas menambahkan pihaknya juga sudah membuat terobosan dengan memasang lampu flash warna bitu di beberapa titik yang dirasa minim penerangan.

Ditambahkan, untuk jalur Sragen secara keseluruhan, ia menyampaikan ada 4 ruas paling berbahaya dan banyak terjadi laka. Yakni di sepanjang Masaran mulai dari Patung Buah Semangka menuju Sidoharjo, di ruas sepanjang Kota Sragen, di perempatan Paldaplang Ngrampal serta dua titik lagi di jalur Sragen Barat yakni di Kalijambe dan Sumberlawang perbatasan dengan Purwodadi. Wardoyo

TREN JUMLAH LAKA DAN KORBAN TEWAS DI SRAGEN DARI TAHUN KE TAHUN:

Tahun 2012- 987 kejadian – 185 korban meninggal

Tahun 2013- 726 kejadian- 102 korban meninggal

Tahun 2015- Jan-Oktober- 667 kejadian- 101 meninggal

Tahun 2016- Jan-Oktober  662 kejadian- 99 meninggal

Tahun 2017- 1000an kejadian – 111 meninggal

Tahun 2018 – 1.043 kejadian – 143 meninggal

Sumber: Anev Polres Sragen