SRAGEN- Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun menggelar pendidikan dan latihan (Diklat) khusus untuk pelatih di tingkat cabang. Diklat khusus itu digelar untuk mempersiapkan para pelatih handal yang akan diterjunkan melatih anak didik di 20 ranting di semua kecamatan di Sragen.
Diklat pelatih itu digelar selama sehari penuh Minggu (27/1/2019) sejak pagi hingga sore. Seratus kader pelatih itu merupakan perwakilan dari 20 ranting dengan 5 pelatih tiap ranting.
Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Edi Indriyanto mengungkapkan diklat pelatih itu sengaja digelar untuk mendapatkan pelatih-pelatih profesional dan bermutu.
โDengan pelatih yang profesional, harapannya bisa mengantar adik-adiknya menjadi pesilat yang berprestasi, menjaga guyub rukun dan jadi teladan di masyarakat. Tapi tetap dalam koridor paseduluran atau persaudaraan,โ papar Edi di sela kegiatan.
Lebih lanjut, Edi menguraikan selesai diklat, para pelatih itu nantinya akan diterjunkan ke masing-masing ranting. Mereka yang nantinya akan melatih sekaligus menyosialisasikan ke semua adik-adiknya di semua ranting.
Menurutnya, saat ini junlah warga PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun tetap mencapai 50.000. Dalam kesempatan itu, Edi juga menegaskan saat ini juga sudah memiliki 20 ranting di 20 kecamatan.
Perihal adanya kubu yang mengklaim juga PSHT, ia menyampaikan ada perbedaan sedikit itu adalah hal wajar. Hanya saja, ia menegaskan PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun telah memegang tiga pilar yakni badan hukum, hak paten dan yayasan.
โTiga pilar itu sudah di tangan PSHT Pusat Madiun dan kami sudah sosialisasikan ke 20 Muspika. Bahkan kami sampaikan ke Polres juga untuk mendapatkan legalitas dan hak paten,โ tandasnya.
Sementara, Ketua PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Jumbadi menambahkan Diklat pelatih itu digelar sebagai tindaklanjut hasil Raker yang digelar pada 27 Desember 2018 silam. Tujuan utamanya untuk menjaga semangat guyub rukun dan bersatu.
Selain itu, Diklat itu juga untuk mendapatkan pelatih-pelatih yang andal yang diharapkan mendidik adik tingkatnya menjadi pesilat berkualitas, memegang teguh ajaran dan berbudi pekerti luhur. Wardoyo