loading...
Loading...
Bupati Joko Sutopo menyalami keluarga pasien RSUD SMS.JSNews/Aris AriantoQ

WONOGIRI-RSUD Wonogiri atau nama lengkapnya RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri, ternyata telah berdiri sebelum negara ini merdeka. Bahkan pihak Keraton Mangkunegaran pernah ikut mengelolanya.

Berdasarkan keterangan dari Bagian Humas RSUD SMS Wonogiri, sebelum dikelola oleh Pemkab yang dulu disebut Pemerintah Swatantra, rumah sakit Wonogiri (RSUD SMS) adalah milik Zending atau para duta penyebar agama zaman Kolonial. Dulu lokasinya di Kampung/Lingkungan Sanggrahan Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri atau arah timur Kantor Bupati Wonogiri.

Baca Juga :  Diwarnai Bagi-bagi Helm Mug dan Kaos, Police Goes to School Polres Wonogiri Sampaikan Pencegahan Laka Pada Pelajar

Sejak akhir 1942 hingga 1950, Parentah Keraton Mangkunegaran secara de facto ikut mengelola keberadaan rumah sakit. Selanjutnya dilimpahkan ke Pemerintah Daerah Swatantra Tingkat II Wonogiri.

Lantaran Kampung Sanggrahan dalam jangka panjang tidak memenuhi persyaratan pengembangan rumah sakit, diputuskan mencari lokasi baru. Berdasarkan keputusan DPRGR dan Bupati, lokasi baru adalah di Kampung Joholor, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri atau di Jalan Ahmad Yani 40, Wonogiri sampai saat ini.

Baca Juga :  Gowes Bersama Pamen Kodam IV/Diponegoro. Ini Jalurnya Dari De Tjolomadoe Hingga The Park

Penetapan izin operasional dikeluarkan Menteri Kesehatan pada 13 Januari 1956. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari lahir RSUD SMS Wonogiri.

Direktur RSUD SMS Wonogiri, Setyorini mengatakan, akan menambah peralatan rumah sakit. Pada 2019 akan menambah alat pemecah batu ginjal atau ESWL seharga Rp 4 miliar juga alat pengoperasi mata katarak apapun kondisinya.

Baca Juga :  Ganti Rugi 277 Lahan Terdampak Proyek Waduk Pidekso Belum Dibayarkan

“Kamu juga sudah punya dokter spesialis jantung. Rencananya juga menambah alat homodialisa (pencuci darah) target 40 unit, baru punya 15 unit,” kata dia, Kamis (17/1/2019). Aris Arianto

Iklan
Loading...