JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Demi Merayu Perempuan, Pria Ini Mengaku Agen CIA, Ini Akibatnya….

Ilustrasi
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Biar lebih keren dan memikat hati perempuan, pria ini mengaku sebagai agen CIA. Tapi bukannya  terpikat, perempuan itu justru menelpon polisi, dan akhirnya si pria yang sudah kadung jatuh cinta itu pun ditangkap polisi.

Pria itu bernama Ryan R. Houghtalen (25), warga Cicero, New York, AS. Dia ditangkap oleh aparat kepolisian setempat. Perempuan itu pertama kali dikenal oleh Houghtalen di sebuah gereja lokal.

Namun Houghtalen rupanya belum cukup dengan hanya mengaku sebagai CIA, alih-alih berusaha keras dengan membuat kartu identitas CIA palsu ia justru mengklaim bahwa ia sebenarnya diburu oleh para militan ISIS. Demikian laporan Sputnik, dikutip 21 Februari 2019.

Baca Juga :  Ini Daftar 7 Negara Yang Jatuh ke Jurang Resesi Ekonomi Dampak Pandemi Covid-19. Bagaimana Indonesia?

“Dia mengatakan padanya pekerjaannya sebagai agen CIA sangat berbahaya,” kata Trooper Jack Keller, juru bicara Kepolisian Negara Bagian New York, kepada Syracuse.com.

“Dia berharap untuk menggunakan informasi itu untuk memulai hubungan dengannya (perempuan).”

Kepada perempuan itu, Houghtalen juga mengatakan ISIS mengejarnya, dan karena dia mengenalnya, bahwa hidupnya mungkin dalam bahaya. “Dia menjadi gugup dan kesal karena dia yakin hidupnya mungkin dalam bahaya,” tambah Keller.

Alih-alih mau membantu Houghtalen, perempuan itu akhirnya menghubungi petugas penegak hukum setempat akhir pekan lalu. Mereka kemudian mengkonfirmasikan bahwa Houghtalen sebenarnya bukan agen CIA, tapi ia bekerja untuk militer AS.

Baca Juga :  WHO Minta Masyarakat Tak Khawatir Virus Corona Menular Lewat Makanan

Menurut Stars & Stripes, Houghtalen dipekerjakan oleh New York Air National Guard sebagai operator kamera untuk drone MQ-9 Reaper. Tidak jelas apa tugas spesifik Houghtalen.

Houghtalen, yang tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, ditangkap pada pukul 1 siang waktu setempat pada hari Senin. Dia didakwa dengan tuduhan pelanggaran ringan peniruan pidana tingkat dua pejabat negara.

Houghtalen bukan hanya gigit jari menghadapi dakwaan, ia juga kehilangan perempuan yang ditaksirnya.

www.tempo.co