JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ibu Bayi Joko Widodo Ma’ruf Ungkap Sempat Ketakutan Dapat Kiriman Paket Misterius. Paket Dikirim Lewat Gojek 

Pasangan War-Heni asal Kiping, Banaran, Sambungmacan saat menunjukkan ayunan yang dikirim misterius untuk anaknya Joko Widodo Ma'ruf. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pasangan War-Heni asal Kiping, Banaran, Sambungmacan saat menunjukkan ayunan yang dikirim misterius untuk anaknya Joko Widodo Ma’ruf. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Fenomena unik bayi bernama Joko Widodo Ma’ruf di Dukuh Kiping RT 47/17, Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen ternyata menyisakan cerita lain. Usai mencuat dan viral di media sosial, keluarga pasangan Suwarno alias War (45) -Heni (41) itu mengaku sempat ketakutan karena mendadak dapat paketan misterius.

Paketan itu terkirim bersamaan dengan viralnya bayi ketiga mereka yang lahir tanggal 11 Januari 2019 lalu dan diberi nama Joko Widodo Ma’ruf. Nama unik sang bayi mendadak viral setelah beredar undangan selapanan sang bayi yang digelar Sabtu (16/2/2019) kemarin.

“Saya malah enggak tahu kalau dari undangan itu akhirnya viral. Kaget juga, itu viralnya kan di instagram dan twitter, saya nggak punya. Hanya punya FB tapi nggak pernah buka,” kata War, saat ditemui di rumahnya.

Baca Juga :  Kades Positif Covid-19, Semua Warga Tegaldowo Gemolong Yang Kontak Erat Setelah Tanggal 20 Juli Diminta Segera Lapor dan Isolasi Mandiri!

Buruh serabutan yang ngefans berat Presiden Jokowi itu menuturkan sejak viral itu, kemudian istrinya sedikit ketakutan. Sebab, sehari setelah meledak kabar nama anaknya persis dengan Presiden RI dan Ma’ruf, mendadak ada orang yang datang ke rumah mengirimkan paketan.

Karena merasa tak pernah memesan apapun atau bakal dikirim sesuatu, istrinya langsung ketakutan dan sempat bersikeras menolak menerima paketan itu.

“Kemarin ada tukang Gojek yang datang dan mengirim paketan kado. Istri saya sempat tanya, dari siapa tapi Gojeknya nggak mau sebutkan namanya. Karena takut, istri saya ngotot nggak mau terima. Kebetulan pas saya nggak di rumah, ada kerjaan di luar,” urai War.

Menurut penuturan Heni, setelah ia menolak menerima, barulah si Gojek pengantar itu menyebut nama pengirimnya dari Anik di Sragen. Meski begitu, Heni tak serta merta percaya.

Baca Juga :  Jelang Pengesahan Ribuan Pendekar, Semua Pengurus Perguruan Silat di Jenar Berkumpul di Kandang Sapi Teken Kesepakatan. Bupati Tegaskan Siap Beri Izin, Tapi Ada Persyaratannya!

Ia masih bimbang lantaran merasa tak pernah punya teman, kenal atau hubungan pesanan dengan seseorang bernama Anik.

Keraguan Heni baru sirna setelah Anik diberi nomor HP milik Heni dan di hadapan tukang Gojek itu kemudian Anik menelepon Heni.

“Setelah Mbak Aniknya telepon, akhirnya saya baru terima. Ternyata isinya kado mainan ayunan dan bedak-bedak. Ya seneng dikasih kado,” tukasnya.

Sementara War menuturkan pemilihan nama Joko Widodo Ma’ruf itu murni karena dorongan nuraninya yang sudah lama mengidolakan Jokowi. Ia menepis anggapan bahwa pemberian nama itu terkait politik.

“Saya wong ndeso kok Mas. Nggak tahu politik-politikan. Tiap hari cuma mburuh, mbakar bata, nata bata. Ya apa aja yang bisa dikerjakan. Kalau nggak ada yang nyuruh ya di rumah begini,” katanya. Wardoyo