JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kementerian ESDM Bangun 2 Sumur Bor di Jumantono Karanganyar Untuk 4.400 Warga. Tapi Belum Bisa Dimanfaatkan, Ini Masalahnya! 

Ilustrasi bantuan sumur bor bagi warga. Foto/JSnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi bantuan sumur bor bagi warga. Foto/JSnews

KARANGANYAR – Dua desa yakni Desa Tugu dan Sringin di Kecamatan Jumantono mendapat berkah dari Kementerian ESDM. Dua desa itu  menerima bantuan sumur bor masing-masing untuk diproyeksikan menyuplai air bersih ke 2.200 jiwa.

Sebanyak dua sumur bor bantuan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) itu merupakan realisasi pengajuan tahun 2018. Tenaga Ahli Menteri Bidang Kerjasama Kementerian ESDM, Sugita, didampingi Kepala Bidang Geologi Lingkungan Kementerian ESDM, Mochammad Wachyudi Memed, menyampaikan program penyediaan air bersih sumur bor rutin setiap tahun. Sasaran bantuan adalah kawasan rawan kekeringan dan kesulitan air bersih.

“Kabupaten Karanganyar ada dua lokasi di Desa Tugu dan Desa Sringin. Berdasarkan pengajuan pemerintah daerah tahun 2018. Setiap tahun ada. Target tahun ini 600-an sumur bor. Debit air di setiap lokasi diperkirakan 2 liter per detik,” kata Tenaga Ahli Menteri Bidang Kerjasama Kementerian ESDM, Sugita, saat memberikan sambutan di Balaidesa Tugu, Jumat (1/2/2019).

Baca Juga :  Wow, Tanam Satu Hektare Padi Jenis Ini Bisa Hasilkan 6 Ton Gabah Dengan Harga Rp 62 Juta. BUMDes Jaten Karanganyar Sudah Membuktikannya!

Bantuan sumur bor itu diberikan oleh Kementerian ESDM kepada Pemkab melalui Bupati.

Sugita menjelaskan Kabupaten Karanganyar sudah menerima delapan unit sumur bor sejak kali pertama program hingga tahun 2018. Debit air sumur bor di Desa Tugu 2 liter per detik. Jumlah itu dapat dimanfaatkan 2.200 orang per sumur. Apabila Kabupaten Karanganyar menerima dua sumur bor berarti 4.400 orang dapat teraliri air bersih.

“Dimulai dari penentuan berdasarkan geolistrik untuk menemukan sumber air dan kedalaman. Kedalaman sumur bor di Desa Tugu 150 meter. Sumur bor diletakkan di kompleks Balaidesa Tugu. Satu unit sumur bor Rp 400 juta,” tutur dia.

Menurutnya, alokasi dana per unit menyesuaikan lokasi pembangunan sumur bor. Proses pembuatan sumur bor dimulai dari penyelesaian administrasi, seperti koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, menentukan titik, konstruksi. Dia mencontohkan pembuatan sumur bor di Desa Tugu.

Baca Juga :  DPC PDIP Karanganyar Kurban 2 Ekor Sapi dari Rober dan Dolfi. Tapi Baru Akan Disembelih Besok Pagi, Ini Penjelasan Ketua DPC PDIP Karanganyar Sebut Ini Alasannya!

“Pemkab dan pemerintah desa berkontribusi pada pembebasan lahan. Setelah Kementerian ESDM menyerahkan sumur bor kepada Pemkab Karanganyar maka pengelolaan diserahkan ke desa. Soal distribusi kami persilakan warga berembug,” jelas dia.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Desa (Kades) Tugu, Sujoko Prihantoro, mengapresiasi program penyediaan air bersih sumur bor. Rencana sumur bor di Desa Tugu dialirkan ke Dukuh Bulakrejo dan Tugu. Sujoko menyebut bahwa Desa Tugu sudah memiliki empat sumur.

“Ini belum bisa dimanfaatkan maksimal karena belum ada program pemasangan pipa. Partisipasi aktif masyarakat sebagai pengguna. Masih ada empat lokasi lain yang butuh sumur,” ujar dia. Wardoyo