JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah derasnya arus informasi instan dan banjir konten media sosial yang kerap dangkal, pemerintah mulai melirik dunia kepenulisan sebagai sektor yang perlu diselamatkan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memangkas Pajak Penghasilan Final (PPh Final) bagi penulis menjadi hanya 1,5 persen.
Kebijakan tersebut direncanakan mulai berlaku pada semester kedua 2026 dan menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah. Keputusan itu dibahas dalam rapat lintas kementerian yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Dalam rapat tersebut hadir Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri PAN-RB Rini Widyantini, serta Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
“Tadi sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak untuk penulis diberikan PPH final sebesar 1,5 persen,” kata Airlangga.
Airlangga menjelaskan fasilitas perpajakan itu nantinya berlaku otomatis bagi penulis yang menerbitkan buku resmi dengan nomor ISBN yang jelas. Dengan demikian, karya-karya yang terdata secara legal akan memperoleh keringanan pajak dari pemerintah.
Program tersebut disiapkan bersamaan dengan sejumlah stimulus lain untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2026. Pemerintah sebelumnya juga menyiapkan berbagai potongan harga transportasi selama masa libur sekolah hingga momentum Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai jumlah penulis di Indonesia masih tergolong sedikit, terutama penulis buku ilmiah. Karena itu, pemerintah mencoba memberikan dorongan agar masyarakat lebih tertarik menulis dan menerbitkan buku.
“Karena katanya penulis di sini jumlahnya sedikit. Apalagi penulis-penulis ilmiah,” ujar Purbaya.
Ia menilai dampak kebijakan tersebut memang tidak langsung terasa dalam waktu singkat. Namun dalam jangka panjang, insentif itu diharapkan mampu memperluas budaya literasi masyarakat sekaligus memperkaya referensi bacaan di Indonesia.
Pemerintah juga berharap semakin banyak buku berkualitas yang lahir dari tangan penulis lokal, termasuk buku-buku bertema ekonomi dan ilmu pengetahuan.
“Sehingga pandangan Anda enggak dikuasai oleh ekonomi TikTok,” kata Purbaya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














