JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Segini Alokasi Pupuk Bersubsidi 2019 di Wonogiri. Simak Pula HET Masing-masing Jenis Pupuk

Tim peninjau lahan dari Kementan didampingi anggota Kodim 0728 Wonogiri menanam padi di Kecamatan Girimarto
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim peninjau lahan dari Kementan didampingi anggota Kodim 0728 Wonogiri menanam padi di Kecamatan Girimarto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri, Safuan mengatakan, tingkat serapan pupuk bersubsidi pada 2018 cukup baik.

Namun demikian terjadi pengurangan alokasi pupuk pada 2019 yang berada pada posisi di bawah rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) 2019.

“Hal ini harus diantisipasi agar tidak terjadi permasalahan yang serius,” ungkap dia, Rabu (27/2/2019).

Pengurangan alokasi tersebut pada jenis pupuk Urea, alokasi 2018 sebanyak 28.000 ton, turun menjadi 24.713 ton, sementara RDKK 2019 sebesar 37.537. Pupuk SP-36 dari 5.955 ton turun menjadi 5.300 ton, dan RDKK sebesar 22.345 ton. Pupuk ZA dari 4.834 ton, turun menjadi 4.542, dan RDKK sebesar 13.802 ton. Pupuk NPK dari 20.800 ton turun menjadi 17.291 ton, RDKK sebesar 54.266 ton.

Baca Juga :  Wajib Tahu Seperti Ini Perkembangan Penanganan COVID-19 di Wonogiri

Peningkatan alokasi ada pada pupuk organik, dari 6.865 ton menjadi 7.984 ton. Sementara untuk RDKK organik 21.745 ton.

Adapun harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi pada 2019, sebagaimana disampaikan Safuan, yakni Urea Rp 1.800, pupuk SP-36 Rp 2.000, pupuk ZA Rp 1.400, pupuk NPK Rp 2.300, dan pupuk organik Rp 500. Aris Arianto