loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Dalam ulang tahunnya yang ke-35, rumah sakit spesialis mata, Jakarta Eye Center (JEC) menghadirkan teknologi FLACS (Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery) – “The True Laser Cataract Surgery“.

Dalam rilis yang dikirimkan ke Joglosemarnews, dijelaskan bahwa teknologi tersebut memungkinkan keseluruhan proses operasi katarak menggunakan sinar laser, tanpa pisau bedah.

“Kami bersyukur di ulang tahun JEC ke-35 kami terus berupaya menjaga komitmen menghadirkan layanan kesehatan mata yang prima,” kata Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K), Kepala Bedah Refraktif JEC.

Berbasis Laser

Dr Budi menjelaskan, seiring berkembangnya paradigma rehabilitasi penglihatan menjadi optimalisasi penglihatan, teknologi operasi katarak juga mengalami evolusi.

Dari yang sebelumnya menggunakan pisau bedah, menjadi operasi katarak berbasis laser (FLACS). JEC sendiri telah menggunakan teknik bedah dengan FLACS kepada pasien yang memerlukan tindakan operasi katarak.

Lebih lanjut Dr Budi membeberkan, dengan teknik laser itu, dokter cukup membuat luka insisi selebar 2,2 mm dan proses penghancuran katarak dengan bantuan komputer. Kemudian masuk ke proses pemasangan lensa buatan guna mengembalikan fungsi penglihatan.

Keuntungan lain dari pemanfaatan FLACS pada pasien katarak adalah durasi operasi lebih singkat dan masa penyembuhan pasien lebih cepat. Proses operasi, menurut Dr Budi, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 – 20 menit untuk satu operasi mata.

Baca Juga :  Ini Tips dari Ahli Agar Tak Pikun Saat Tua Nanti

“Kelebihan dari teknologi ini, setelah tindakan operasi, pasien dapat langsung pulang dan tidak perlu menutup bagian mata. Dalam kondisi normal, waktu pemulihan pasca operasi kurang dari seminggu,” jelasnya.

Meski berlangsung dengan cepat, Dr Setiyo menjelaskan, teknologi FLACS ini memiliki banyak kelebihan. Pasalnya, teknologi berbasis laser femtosecond  itu mampu menghasilkan ketepatan sayatan pada kornea dan pemotongan kapsul lensa dengan tingkat akurasi yang tinggi.

“Tingkat keamanan bagi pasien juga lebih tinggi dari teknologi sebelumnya,” ungkap Dr Budi.

Kegiatan Sosial

Sejak awal berdiri tahun 1984 silam, JEC tidak hanya berfokus pada kegiatan bisnis . Namun JEC juga berupaya mengedepankan aspek-aspek sosial bagi masyarakat dalam bentuk kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dr Budi menjelaskan, secara rutin JEC menyelenggarakan kegiatan Bakti Katarak, operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu, juga memberikan pemeriksaan mata gratis kepada anak-anak dan pemberian kacamata gratis.

Terkait perayaan ulang tahunnya yang  ke-35,  JEC melakukan kegiatan penyerahan donasi untuk membantu para korban bencana alam yang terjadi di Palu, Donggala, Banten dan Lampung pada 29 Januari lalu. Di samping itu juga penyaluran donasi sebesar Rp 500 juta melalui Yayasan Media Group, dengan melibatkan para  pasien, dokter, karyawan dan masyarakat.

Baca Juga :  Ini Tips dari Ahli Agar Tak Pikun Saat Tua Nanti

Dr Budi menjelaskan, dengan pengalaman 35 tahun, JEC telah berhasil menjadi pusat layanan kesehatan mata paling modern dan terlengkap di Indonesia.

Sarana Prasarana Lengkap

Keberhasilan JEC itu diperkuat oleh 70 dokter subspesialis dengan pengalaman dan pengetahuan di bidang kesehatan mata modern. Keberadaan tenaga medis itu didukung pula dengan sarana yang lengkap, seperti fasilitas layanan medik dan non medik terkini.

Beberapa di antaranya adalah Cataract & Refractive Surgery Service (LASIK, ReLEX SMILE & Transplantasi Kornea), Vitreoretina Service, Glaucoma Service, Contact Lens Service, Oculoplasty Service, Children Eye Care and Squint Clinic, Neuro-ophthalmology Service,  Low Vision Care, Dry Eye Service, Eye Check dan Lions Eye bank Jakarta (LEBJ).

Kiprah JEC dalam memberikan layanannya diakui dalam berbagai bentuk penghargaan prestasi, antara lain akreditasi dari Joint Commission International yang diraih dua kali berturut-turut oleh JEC @Kedoya pada tahun 2014 & 2017 dan penobatan “JEC LASIK Center” sebagai Pionir LASIK pertama di Indonesia oleh MURI (2007).

Baca Juga :  Ini Tips dari Ahli Agar Tak Pikun Saat Tua Nanti

Selain itu juga meraih akreditasi Penuh Tingkat Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta pemberian penghargaan “Indonesia Healthcare Most Reputable Brand 2014 dan 2015” untuk Kategori rumah sakit mata di Jabodetabek dan 7 kota besar di Indonesia dari Majalah SWA, serta  dan pemenang The best Corporate Image 2015 – 2018.

JEC juga tercatat menjadi pelopor dalam pembentukan ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH). Di samping berperan dalam World Association of Eye Hospital, JEC hingga saat ini telah memiliki tiga rumah sakit mata serta tujuh klinik utama mata yang tersebar dibeberapa kota besar. suhamdani


Loading...