JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Viral Video Siswa SMK di Yogyakarta Lawan Guru di Dalam Kelas, Begini Klarifikasi Kepala SMKN 3 Yogyakarta

Viral video siswa melawan guru di dalam kelas, diduga terjadi di sebuah SMK di Yogyakarta atau Jogja yang merupakan Kota Pelajar
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Viral video siswa melawan guru di dalam kelas, diduga terjadi di sebuah SMK di Yogyakarta atau Jogja yang merupakan Kota Pelajar

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Video siswa di sebuah SMK di Yogyakarta yang mendorong guru viral di media sosia facebook.

Saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Kepala Yogyakarta, SMKN 3 Yogyakarta, Bujang Sabri menceritakan kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut.

Sabri menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (20/2/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa berawal saat seorang guru, Sujiyanto (56) mengadakan ulangan dan guru memberikan aturan yang melarang siswa membuka handphone selama ulangan.

Kemudian ada dua orang siswa membuka handphone, salah satunya siswa yang membuka handphone diketahui berinisial OS yang merupakan siswa kelas X).

“Kejadian itu spontan. Mau ada ulangan dan tidak boleh membuka handphone. Ada dua anak membuka handphone sehingga dua-duanya diambil (guru), yang satu tidak bereaksi yang satu reaksi (OS),” katanya.

Baca Juga :  OTG Mendominasi Kasus Covid-19, Pemkab Sleman Kembali Manfaatkan Asrama Haji untuk Isolasi

Lanjut Sobri, OS kemudian ia maju ke depan kelas untuk meminta handphonenya kembali.

“Jadi kayaknya mau rebutan handphone. Anaknya mau minta handphone, guru mundur-mundur supaya jangan sampai handphone diambil. ‘Ndilalah’ kok lihat ada tas di meja guru trus disandera tas itu ada laptopnya agar handphone segera dikembalikan. Yang di video kan sampai di situ,” jelasnya.

Dikatakan Sabri, setelah itu guru akan mengembalikan handphone OS setelah ulangan selesai agar tidak digunakan pada saat ulangan.

Baca Juga :  DIY Minta Pusat Beri Kebebasan Daerah untuk Atur Penyelenggaraan Kelas Tatap Muka

“Kemudian guru menyuruh anak duduk, tapi tas guru dibawa anak. Karena guru khawatir laptop dibanting. Tas diambil dan handphone dikembalikan ke siswa dengan catatan handphone tidak boleh dipakai,” kata dia.

Sabri menegaskan, dalam video tersebut OS bukan menantang guru, OS hanya ingin handphone-nya dikembalikan.

“Sebetulnya anak itu minta handphone. Orang kalau tidak tahu kan kayak menantang. Dari sisi guru kita tanya tidak merasa terancam. Kejadian di kelas tidak seperti di video yang diviralkan. Tidak terjadi pukul memukul. Tidak ada ancaman baik dari guru maupun siswa,” ucapnya.

www.tribunnews.com