JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Din Syamsudin Minta Warga Muhammadiyah Tak Pilih Capres Hanya Karena Gambarnya Tersenyum. “Setelah Terpilih, Akan Kembali Seperti Aslinya!” 

Foto/Wardoyo
Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Seluruh warga Muhammadiyah diminta untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan menggunakan hak suaranya  meski itu hari libur. Hal tersebut dikatakan mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dien Syamsuddin di hadapan ribuan warga Muhammadiyah Karanganyar, Minggu (31/03/2019) pagi.

Menurut Din Syamsuddin, pemilihan umum (Pemilu) adalah sebuuah proses untuk mememilih pemimppin bangsa dan harus diikuti oleh seluruh warga Negara, termasuk warga Muhammadiyah.

“Jangan golput. Sikapi soal pemilu ini dengan baik. Pemilu selain sebagai tugas berkebangsaan juga tugas agama yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban,” katanya, Minggu (31/03/2019).

Baca Juga :  Terduga Pelaku Penembakan Kucing Tetangga di Colomadu Karanganyar Bisa Dijerat Pasal 302 KUHP. Polres Pastikan Segera Panggil Terlapor!

Dalam menghadapi pemilu mendatang,  Din Syamsuddin  meminta waraga Muhammadiyah dalam menggunakan hak pilihnya, dengan dua pendekatan. Pertama harus bertanya kepada hatinya siapa yang akan dipilih.Pendekatan yang kedua, warga Muhammadiyah harus menggunakan  akal sehat untuk memilih, mana yang menguntungkan bagi bangsa dan negara dan berguna bagi agama serta membela agama.

“Pilih calon pemimpin sejati yang mementingkan rakyatnya dan bukan pemimpin yang hanya karena pencitraan apalagi merasa dekat karena politik uang saja,” ujarnya.

Baca Juga :  PKS Akhirnya Buka Kartu Dibalik Kegagalan Mengusung Calon Bupati-Wabup Sukiman-Iriyanto di Pilkada Sragen. Dari Rapat 29 Agustus 2020 Hingga Rekomendasi Cuma Fotokopi di WA

Dihadapan ribuan warga Muhammadiyah tersebut, Din tidak menyebut nama siap yang pantas menjadi pemimpin Indonesia lima tahun ke depan.  Namun dia mengatakan, warga Muhammadiyah adalah warga cerdas, dan dapat mengerti siapa yang harus dipilih walau hanya dengan isyarat.

‘’Karena itu jangan terpengaruh debat, serta gambar di pinggir jalan yang saat ini semuanya tersenyum, karena setelah terpilih dia akan kembali seperti aslinya dan lari meninggalkan rakyat. Karena itu jangan memilih yang bisa memberi uang,” tegasnya. Wardoyo