JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Batas Akhir Nyaris Lewat, Ternyata Belum Ada Separuh   Anggota DPR yang Serahkan LHKPN

Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Batas akhir pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Minggu (31/3/2019).

Namun begitu, baru 49,1 persen anggota DPR yang menyerahkan  Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.

“Kalau yang masih rendah, menurut data kami DPR. DPR pusat ini masih 49,1 persen,” kata Direktur LHKPN KPK, Isnaini di kantornya Jakarta, Minggu (31/3/2019).

Menurut data KPK jumlah anggota DPR yang menjadi wajib lapor LHKPN sebayak 556 orang. Namun, hingga pukul 11.00 baru 273 orang yang melapor.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Covid-19 Naik 8,4 Persen dalam Seminggu Terakhir

Di peringkat kedua lembaga dengan tingkat kepatuhan LHKPN rendah ada DPRD. Dari 17.526 wajib lapor, baru 8.747 orang yang telah melaporkan.

Tingkat kepatuhannya sekitar 49,91 persen. Sementara di peringkat ketiga terbawah ada lembaga yudikatif dengan tingkat kepatuhan 57,01 persen.

Sementara BUMN dan BUMD memiliki tingkat kepatuhan 69,36 persen, eksekutif 70 persen, DPD 72,93 persen dan MPR 75 persen.

Baca Juga :  Penerimaan Peserta Program Kartu Prakerja Sudah 98 Persen, Kuota Gelombang 10 Hanya 116.265 Orang

Isnaini mengatakan secara nasional jumlah orang yang masuk wajib lapor ada 300 ribuan orang. Sementara baru 68,36 persen yang melakukan pelaporan.

Isnaini mengimbau para pimpinan instansi dan lembaga untuk memerintahkan jajarannya untuk segera membuat LHKPN. Dia juga meminta agar para pimpinan lembaga memberikan sanksi kepada bawahannya yang tidak melaporkan LHKPN ke KPK.

www.tempo.co