JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Fenomena Tanah Bergerak di Bangunsari Dlepih Tirtomoyo. Tanah Melebar 30 Sentimeter 2 Rumah Terdampak

Kondisi salah satu rumah terdampak tanah bergerak di Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri.
Kondisi salah satu rumah terdampak tanah bergerak di Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Fenomena tanah bergerak terjadi di Dusun Bangunsari Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri. Tanah yang bergerak mencapai lebar 30 sentimeter dengan sedikitnya dua rumah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, Jumat (22/3/2019), mengatakan, awal pergerakan tanah dimungkinkan lantaran rekahan kecil yang terjadi di wilayah tersebut. Hanya saja tidak segera ada langkah penutupan dan penimbunan rekahan oleh pemilik lahan.

“Sehingga saat terjadi hujan aliran air mengalir ke rekahan serta menimbulkan kejenuhan dan tanah di dalam menjadi lumpur memicu pergerakan,” kata dia.

Baca Juga :  Ada Balap Lari di Wonogiri, Bupati Joko Sutopo Alias Jekek Tekankan yang Penting Patuh Protokol Kesehatan

Dampak kejadian bangunan rumah Karinem di RT 1 RW 9 Dusun Bangunsari Desa Dlepih mengalami kerusakan pada pondasi lantai dan dinding tembok retak dan bergeser . Rekahan tanah melintang dan menembus bangunan induk. Selain itu rumah milik Sukino di RT 1 RW 9 Dusun Bangunsari terancam karena lokasi rumah berada di bawah rekahan tanah dan berpotensi terjadi longsor.

“Panjang rekahan sekitar 32 meter sedangkan lebar rekahan sekitar 20 – 30 sentimeter, lokasi pergerakan di daerah perbukitan dengan ketinggian sekitar 280 dpl (di atas permukaan air laut),” sebut dia.

Baca Juga :  Soal Pungutan Untuk Pengadaan Atribut Seragam, Seperti Ini Jawaban Pihak Sekolah, Bupati Berjanji Undang Pihak Terkait

Kondisi tanah di lokasi terdeteksi sudah mulai lembek atau gembur. Penurunan tanah rata-rata sekitar 20-25 sentimeter. Keberadaan talut jalan dusun bagian bawah terlihat bergeser sekitar dua sentimeter.

Upaya penanganan dilakukan dengan
mengevakasi penghuni di dua rumah yang terdampak dan terancam untuk mengungsi. Untuk memperlambat pergerakan sudah disarankan untuk menutup rekahan dan mengalihkan aliran air yang menuju semua titik rekahan. Aris Arianto