JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Kolesterol dan Trigliserida Tidak Boleh Terlalu Tinggi, Ini Alasannya

ilustrasi penyebab kolesterol. pexels
ilustrasi penyebab kolesterol. pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejatinya kolesterol di dalam darah manusia memiliki beberapa fungsi diantaranya membantu pertumbuhan sel, melindungi organ-organ dalam tubuh, serta membantu penyerapan nutrisi dan produksi hormon.

Kolesterol merupakan zat komponen lemak berwarna putih seperti lilin.

Hal tersebut dijelaskan oleh dr Luki Agustina Damayanti SpPD, dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Surabaya.

“Kolesterol ini beredar dalam aliran darah dan setiap sel tubuh,” tutur Luki Agustina Damayanti.

Luki menuturkan bahwa kolesterol berasal dari dalam tubuh sebesar 80 persen (endongen) yang diproduksi oleh tubuh sendiri yaitu hati.

Kolesterol juga berasal dari luar tubuh sebesar 20 persen yang dihasilan dari konsumsi makanan seperti daging, telur, mentega, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  IDI Laporkan 115 Dokter Meninggal Akibat Pandemi Covid-19, Sebut Setara 300.000 Rakyat Indonesia Kehilangan Pelayanan Kesehatan

Terdapat dua jenis kolesterol yang terdapat pada tubuh manusia yang dikenal sebagai kolesterol jahat dan kolesterol baik.

“Low Desity Lipoprotein (LDL) disebut sebagai kolesterol jahat karena berpotensi menimbulkan penyumbatan pembuluh darah,” tutur Luki.

Sementara itu, lanjutnya, High Desity Lipoprotein (HDL) yang disebut sebagai kolesterol baik karena bekerja mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah oleh LDL dan trigliserid

“Trigliserida adalah lemak dalam tubuh yang terjadi karena konsumai karbohidrat yang tinggi yaitu 60 persen total kalori,” tutur Luki.

Trigliserida yang tinggi, lanjutnya biasanya disertai dengan total kolesterol yang tinggi, LDL tinggi, HDL rendah, dan beresiko tinggi untuk terjadi penyakit jantung koroner dan diabetes.

Kolesterol dapat dinilai normal apabila LDL kurang dari 100 mg/dl, HDL lebih dari 40 mg /dl, total cholesterol kurang dari 200 mg /dl, dan trigliserida kurang dari 150 mg /dl.

Baca Juga :  5 Cara Mudah Cerahkan Gigi Secara Alami di Rumah

Adapun kolestrol tinggi, tutur Luki dapat ditangani dengan diet, olahraga secara teratur, dan kepatuhan terapi.

“Diet dapat dilakukan dengan cara mengurangi makanan berlemak atau yang mengandung kolesterol tinggi, mengurangi berat badan mencapai berat ideal, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran,” tutur Luki.

Selain itu, lanjutnya juga melakukan olahraga dan menjalankan kepatuhan terapi yang antara lain meliputi pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala, periksa ke dokter secara teratur, serta mengkonsumsi obat sesuai dosis dan jangka waktu yang ditentukan oleh dokter.

www.tribunnews.com