loading...
Loading...
Kapolsek Gondang, AKP Kabar Bandiyanto saat memantau proses otopsi jenasah korban di RSUD Moewardi Solo, Sabtu (16/3/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Misteri penganiayaan saudara sepuru yang merenggut korban nyawa di Dukuh Plumbon, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Sragen Sabtu (16/3/2019) menemukan jawaban. Pujiyanto (35), sang sepupu, tewas setelah diberondong pukulan oleh saudaranya, Edi Santoso (40) yang tinggal bersebelahan.

Anto, sapaan akrab Pujiyanto, meregang nyawa setelah dihamtam beberapa pukulan Edi dengan tangan kosong. Pukulan pelaku yang mengenai dua organ vital, membuat kesadaran korban hilang sebelum kemudian meninggal dunia.

“Pelaku tiba-tiba mengamuk dan memukuli korban kena rahang dan ulu hati. Sebenarnya sempat dipisah. Korban juga sempat ditolong ibunya tapi korban tetap tak tertolong dan kemudian meninggal dunia,” papar Gino, salah satu tetangga korban kepada Joglosemarnews.com Sabtu (16/3/2019).

Baca Juga :  Hasil Akhir Real Count Perolehan Suara Pemilu 2019 di Sragen. Jokowi-Maruf Menang Telak 80,95 % Bupati Mengaku Bangga 

Data yang dihimpun di lapangan, insiden penganiayaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut tetangga korban, Gino (48) kejadian bermula ketika pagi itu, korban hendak bepergian dengan sepeda motor.

Saat mengambil helm, mendadak pelaku menghampiri sembari ngomel ke korban di rumah korban.

Tanpa basa-basi, pelaku mendadak langsung menyerang saudara sepupunya itu dengan pukulan bertubu-tubi. Korban pun langsung jatuh tersungkur di depan pelaku.

Baca Juga :  Terpilih Untuk Keempat Kali, Caleg PKB DPRD Sragen Digunduli Rame-Rame Oleh Ratusan Warga Pendukungnya 

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Gondang AKP Kabar Bandiyanto membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan antara pelaku dan korban sebenarnya masih saudara sepupu dan tinggal bersebelahan. Dari keterangan saksi-saksi dan olah TKP, tidak ada persoalan sebelumnya di antara korban dan pelaku.

“Tahu-tahu pelaku tanya ke korban dan langsung memukuli. Pakai tangan kosong. Sempat dikeroki sebentar oleh ibunya tapi kemudian meninggal. Ini saya masih di RSUD Moewardi Solo untuk menunggu proses otopsi jenasah korban,” papar AKP Kabar Bandiyanto. Wardoyo

Baca Juga :  Kisah Perjalanan Hidup Sugimin, Anggota DPRD Sragen Yang Dibunuh Dosen di Wonogiri. Dari Jualan Kain Keliling Antar Raih Kursi DPRD 
Loading...