

PURWAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pria berinisal IS (35) di Purwakarta memanjat menara operator seluler diduga akan mencoba bunuh diri dengan membawa anaknya yang masih berumur 3 tahun.
Peristiwa tersebut sontak membuat heboh warga Desa Karyamekar, Kecamatan Cibatu, Purwakarta, pada Selasa (12/3/2019) siang.
Percobaan bunuh diri terebut berhasil digagalkan, setelah IS dibujuk oleh sejumlah kerabatnya, termasuk Wakil Bupati Purwakarta, Aming, untuk tidak melakukan aksi nekatnya, melompat dari menara setinggi puluhan meter itu.
Camat Cibatu, Diaudin, menduga bahwa IS depresi karena permasalahan keluarga.
“Karena urusan keluarga. Jadi istrinya meminta cerai, mungkin dianya tidak mau, dan mungkin terkait kondisi ekonominya juga,” kata Diaudin saat dikonfirmasi oleh Tribun Jabar di kantornya, Cibatu, Purwakarta, Rabu (13/3/2019).
Selain istri meminta berpisah, aksi nekatnya itu dipicu meninggalnya anak pertama karena sakit.
Depresinya itu bertambah karena kondisi ekonominya, yang kini sedang tidak bekerja atau menganggur.
“Untuk menenangkan dirinya yang masih shock, kini dia berada di sebuah pondok pesantren untuk rehabilitasi psikologisnya,” ujarnya.
Diketahui, selama satu jam lebih dia bertahan di atas menara sambil menggendong putrinya yang terus menangis.
Ulah ekstrem IS berhasil digagalkan setelah istri, kerabatnya, dan Aming membujuknya turun.
Pada sekitar pukul 15.15 WIB, IS dievakuasi dalam keadaan lemas dan nyaris pingsan.
Upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan Iwan membuat heboh warga setempat.
Ratusan warga sempat berkerumun untuk melihat proses evakuasi yang mendebarkan tersebut.