loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Molornya pengisian jabatan Wagub DKI Jakarta memunculkan isu untuk menampung kembali Sandiaga Uno jika gagal dalam Pilpres 2019.

Apalagi, Kemendagri menyatakan tak ada aturan formal yang melarang Sandiaga untuk kembali menjabat Wagub DKI Jakarta.

Namun demikian, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik langsung menampik kabar tersebut.

Dia membantah  skenario Sandiaga Uno akan kembali sebagai Wagub DKI. Menurut Taufik, isu skenario tersebut diembuskan oleh orang yang tidak memiliki akal sehat.

Baca Juga :  Mahfud MD: Ada Indikasi Pesantren Radikal di Yogyakarta dan Magelang

“Ini yang ngomong begitu akal sehatnya kurang,” ujar Taufik saat dihubungi, Kamis (18/4/2019).

Taufik meyakini kalau Sandiaga Uno yang telah mundur dari Wagub DKI pada Agustus lalu untuk mendaftar cawapres bukan sosok pemburu jabatan.

Ia memastikan Sandiaga tak mungkin tergiur kembali menjadi Wagub DKI mendampingi Anies Baswedan jika hasil real count KPU nanti sejalan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei usai Pilpres 2019

“Kalau ke Wagub DKI gak mungkin, nggak mungkin,” ujar Taufik.

Baca Juga :  KPK Tetapkan 4 Orang Sebagai Tersangka baru Kasus e-KTP

Sebelumnya, ketika ditanya kemungkinan yang sama, Pelaksana tugas Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik menyebut tak ada aturan yang melarang.

Kemendagri, kata Akmal, tak mengaturnya dalam regulasi formal.

“Cuma dalam etika pemerintahan, itu tidak normal dan kurang elok,” kata Akmal.

Isu tentang Sandiaga bakal kembali ke kursi wagub muncul setelah PKS DKI tak kunjung berhasil menempatkan kadernya di kursi yang ditinggalkan Sandiaga.

Baca Juga :  Fakta Mengejutkan Dosen UGM Yang Gantung Diri. Polisi Temukan Luka di Bagian Ini

Padahal mereka sudah membuat kesepakatan dengan Gerindra sebagai sesama partai pengusung Anies-Sandi dalam pilkada lalu, bahwa dukungan di pilpres dikompensasi dengan kursi wagub itu.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, pembahasan cawagub DKI di dewan baru akan kembali dimulai usai 17 April 2019 atau setelah Pemilu dan Pilpres.

Alasannya, menurut Suhaimi, seluruh anggota dewan tidak konsentrasi untuk tugasnya di masa pemilu ini.

www.tempo.co

Iklan
Loading...