loading...
Loading...

MALANG, Joglosemarnews.com – Diduga menantu dan mertua ini sering cekcok. Ujungnya, si menantu tega membakar ibu mertua sampai tewas.

Insiden tragis itu terjadi di RT 26/RW 04 Dusun Ngebrong, Desa Tawang Sari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang Jawa Timur. Warga sekitar pun heboh.

Si ibu mertua, Lismini (57), kondisinya kritis akibat sekujur tubuhnya disiram bensin dibakar. Jenazah Lismini dikuburkan di tempat pemakaman umum di Dusun Ngebrong, Desa Tawang Sari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Sedangkan Nurul Mutholib, sang menantu biadab berhasil ditangkap polisi. Ia dibekuk beberapa saat setelah kejadian, Jumat (12/4/2019) di hutan belakang rumah.

Informasi yang berhasil dihimpun, si menantu sering cekcok masalah kasur baru dengan korban.

Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto mengatakan, pelaku diamankan setelah peristiwa terjadi.

“Kejadian kemarin siang. Tadi pagi, korban meninggal. Pelaku sudah diamankan setelah kejadian,” ujar Budi, Sabtu (13/4/2019).

Sementara Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo menambahkan, penangkapan dilakukan setelah petugas mendapatkan laporan warga tentang keberadaan pelaku. Polisi pun  langsung menuju hutan yang dijadikan tempat persembunyian.

“Kami sebar anggota untuk mencari pelaku. Ketemu di hutan belakang rumah. Dia tidak berani keluar karena takut dimassa,” ujar Anton Widodo.

Menurut Anton Widodo, di hadapan penyidik, pelaku Nurul Mutholib mengaku dia nekat membakar mertuanya karena sakit hati karena sering cekcok dengan Lismini (57).

Baca Juga :  Dua Orang Terkena OTT KPK di Solo

Sakit hati itulah yang membuat Nurul keluar membeli bensin jenis pertalite di rumah tetangga. Belum diketahui pasti apa yang melatarbelakangi keduanya sering cekcok.

Pasalnya, banyak informasi yang muncul di lapangan. Ada yang mengatakan karena persoalan kasur baru. Tapi, ada juga yang mengatakan soal air.

Dan ada juga yang menyebut Nurul Mutholib merasa tertekan, karena anaknya meninggal beberapa waktu lalu.

“Kemudian, pertalite itu dituangkan di baskom plastik agar mudah menyiramkannya ke tubuh korban,” ujar Anton Widodo.

Pada Jumat siang, ketika orang sedang melaksanakan ibadah salat Jumat, Nurul Mutholib datang ke rumah mertuanya Lismini.

Saat itu, Lismini tengah membersihkan sayur di dapur rumahnya. Nurul lantas mengetok pintu belakang. Mendengar itu, Lismini membuka pintu itu.

Tanpa diduga, Nurul langsung menyiramkan pertalite ke tubuh Lismini. Setelah itu, pelaku langsung menyalakan korek api.

“Namun didorong oleh korban sehingga korek apinya jatuh,” imbuh Anton.

Tak berhenti di situ, ternyata Nurul masih berupaya untuk membakar Lismini.

Nurul melihat ada kompor gas yang berada tidak jauh dari Lismini. Dia lalu menyalakan kompor gas itu sehingga akhirnya api menjalar ke tubuh sang mertuanya, Lismini.

Melihat api berkobar di sekujur tubuhnya, Lismini lalu pergi keluar rumah untuk meminta pertolongan warga.

Warga yang melihat kejadian itu langsung datang dan berupaya untuk menyelamatkan Lismini dengan handuk basah.

Baca Juga :  LELAKON, Kisah Pilu Janda Muda Cantik Dikencani Polisi Gadungan, Motor X-MAX Korban Dilarikan Pelaku

Meski luka bakar di tubuhnya sangat parah, Lismini sempat bercerita kepada sejumlah warga sebelum dilarikan ke Puskesmas.

Tapi karena kondisi Lismini yang sangat parah, sehingga dia dilarikan ke RS Hasta Brata sebelum akhirnya dipindah ke RS Saiful Anwar Kota Malang.

“Karena korban takut diamuk massa, akhirnya lari ke ladang yang berada di belakang rumah,” tandas Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo.

Pada Sabtu pagi, sekitar pukul 5.30 wib, Lismini akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Astami (42), saksi mata sekaligus tetangga korban yang membatu menolong memadamkan kobaran api di tubuh Lismini menceritakan kembali keterangan yang dikatakan Lismini sebelum meninggal.

“Tadi ada yang mengetuk pintu saat aku di dapur. Aku kira Dimas, cucuku. Setelah aku buka, kemudian disiram air warna biru. Kemudian mau dibakar dengan korek tapi tak menyala. Lalu menyalakan kompor gas dan membakar kertas,” cerita Astami usai menolong korban.

Saat itu, kata Astami, Lismini yang terbakar berteriak agar Nurul dipenjara.

“Saya dibakar Nurul. Penjarakan dia,” terangnya, mengulang kembali ucapa Lismini.

Menurut Astami, keduanya terlihat seperti masyarakat pada umumnya. Di sisi lain, semenjak dua bulan ini keduanya terlihat tidak harmonis.

Astami dan warga sekitarnya menduga, Nurul Mutholib tega membakar mertuanya sendiri karena depresi karena baru saja kehilalangan anak keduanya sekitar 27 hari lalu.

Baca Juga :  Jokowi: Pemblokiran Internet Demi Kebaikan Bersama

Saat peristiwa tragis dan mengerikan itu terjadi, suami Nurul sedang bekerja. Sementara mertuanya yang laki-laki sedang menunaikan salat Jumat di masjid dekat rumah.

Sebelumnya, Lismini (57) tewas setelah sebelumnya dibakar hidup-hidup oleh menantunya sendiri, Nurul Mutholib (30), Sabtu (13/4/2019).

Peristiwa tragis menantu membakar mertua (kasus mertua dibakar hidup-hidup menantu)  ini terjadi di RT 26/RW 04 Dusun Ngebrong, Desa Tawang Sari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jumat (12/4/2019).

Suparman (60), suami Lismini mengaku, kaget melihat keramaian di rumahnya sepulang salat Jumat.

“Rumah sudah ramai dan diberi tahu tetangga bahwa istri saya dibakar,” ujar Suparman.

Suparman menduga, menantunya itu iri hati ketika dirinya membeli kasur baru. Dikatakan, sudah sejak dua bulan ini, Nurul Mutholib dan istrinya kerap berselisih.

“Kemungkinan menantu saya iri saat kami beli kasur,” terangnya.

Informasi lain menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika Nurul Mutholib pulang kerja dari kebun.

Nurul Mutholib kemudian cekcok dengan Lismini. Dari cekcok itu, Nurul Mutholib nekat membakar Lismini.

Setelah api yang dapat dipadamkan, korban langsung dibawa warga ke Puskesmas Pujon.

Namun, karena peralatan tak mumpuni, korban dirujuk ke RS Hasta Brata dan kemudian malam harinya dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.

Akhirnya, korban mengembuskan nafas terakhirnya Sabtu (13/4/2019) pukul 05.30 WIB.

www.tribunnews.com

Iklan
Loading...