loading...
Loading...
Warga kerjabakti membangun jembayan darurat di Gilirejo Baru Miri, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Ratusan warga di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah terpaksa turun bersama membuat jembatan darurat menyusul runtuhnya jembatan Gilirejo dua hari lalu. Jembatan putus setelah diguyur hujan deras sehari semalam.

Ratusan warga dari berbagai dusun tersebut membawa alat seadanya, seperti Gergaji, Golok, Palu, Tali Tambang, Paku dan alat – alat pertukangan lainnya untuk membuat jembatan sementara yang terbuat dari bambu.

Jembaran darurat dibangun untuk menyelamatkan akses sementara antar dua dusun di Desa Gilirejo Baru.

Jembatan yang runtuh itu menghubungkan antar Dusun Sumberejo dengan Dusun Gondang legi ini diperkirakan sudah berumur 15 tahun.

Jembatan memiliki Panjang  8 meter, Lebar 4 meter dan memiliki ketinggian 6 meter. Namun tak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Baca Juga :  Ribuan APK Caleg dan Parpol di Sragen Ditertikan Jelang Masa Tenang. Kapolres Berharap Pemilu di Sragen Kondusif 

Kadus Gilirejo Baru, Juyanto (60)  mengatakan warga gotong royong dan bahu membahu dengan semangat membuat jembatan alternatif yang terbuat dari bambu suwadaya masyarakat.

“Yang kerja bakti tadi pagi ada 6 RT, kurang lebih ada 100 orang mas dan di bantu dari prajurit TNI, Polri, BPBD, kerja bakti tadi pagi,” ujar Kadus setempat, Juyanto Minggu (14/4/2019).

Dalam pembuatan jembatan ini, warga mengunakan kurang lebih 70 bambu yang berasal dari salah satu kebun warga. Tidak hanya itu warga juga swadaya membeli bahan bahan lain untuk pembuatan jembatan sementara tersebut, yakni tali tambang, paku, air minum.

Baca Juga :  Cek Kesiapan Jelang Coblosan, Bupati Sragen Sebut Sejumlah TPS Ditemukan Belum Siap

”Rencana kami masih akan ada kerja bakti setengah hari lagi. Tadi mau dikerjakan hari ini tapi warga juga lagi panen, jadi dilanjutkan besok,” tutur Juyanto.

Ia juga menyampaikan bahwa jembatan tersebut selama ini menjadi penumpan dan sekaligus akses perputaran ekonomi Warga.

“Setelah jalur terputus ini sangat menganggu ekonomi warga di dua Kadus, yakni Kadus 1 Dondong barat, Dondong timur, Rejosari, Sumberejo. Sementara itu Kadus 2 antara lain Gondang legi, Purworejo, Plosorejo, Pelem binatur, Margomulyo, semoga jembatan ini bisa segera diperbaiki agar akses warga bisa lancar lagi, apalagi ini sedang memasuki musim panen,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Bina Marga DPU PR Sragen, Albert Pramono Susanto menyampaikan pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi jembatan yang ambles dan terputus tersebut.

Baca Juga :  KPU Sragen Tegaskan Pemilih Tak Boleh Bawa Kepekan, Lansia Dilarang Dicobloskan. Dokumentasikan Coblosan Diancam 12 Bulan Penjara!

“Kami akan cek dulu apakah jembatan itu tersebut apakah masuk proyek kabupaten atau tidak. Kalau masuk kabupaten menjadi proyek DPUPR, tapi kalau desa kami menyarankan dianggarkan dari APBDes,” paparnya. Wardoyo

 

Loading...