loading...
Loading...
Hartini, istri almarhum Pamuji Ruswandi saat ditemui wartawan di rumahnya Kampung Cenglik RT 001/RW 019, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meninggalnya petugas keamanan TPS, Pamuji Ruswandi (46) Warga Kampung Cenglik RT 001/RW 019, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari Solo memperpanjang catatan kisah duka Pemilu 2019.

Pamuji Ruswandi meninggal dunia akibat kelelahan saat menjalankan tugas sebagai petugas keamanan TPS 70 yang tak jauh dari rumahnya. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (20/4/2019) lalu

Istri Pamuji, Hartini menceritakan, selama tiga hari almarhum suaminya hampir tidak tidur menyiapkan dan mengamankan jalannya Pemilu di TPS 70 tak jauh dari rumahnya. Selama ini, almarhum juga tidak pernah mengalami riwayat penyakit sama sekali. Pamuji juga tidak pernah mengeluh sakit apapun karena sebelumnya dalam kondisi sehat.

Baca Juga :  Peringatan Hari Anak Sedunia, Saatnya Anak Dilibatkan Dalam Pengambilan Kebijakan

Pamuji merupakan petugas keamanan kampung dengan gaji pas-pasan untuk menghidupi keluarga kecilnya.

“Suami saya berangkat pukul 06.00 WIB saat pencoblosan. Pulang, Kamis (18/4/2019) jam 04.00 WIB. Dia terus menjalankan tugasnya. Pada Sabtu (20/4/2019) suami mengikuti syukuran karena berhasil menjalankan Pemilu di TPSnya dengan lancar. Namun, setelah itu bapak jatuh dan tak sadarkan diri. Sempat kami bawa ke rumah sakit namun bapak sudah meninggal, diduga serangan jantung,” ujar Hartini sambil menggendong bayinya.

Hartini mengaku, suaminya baru pertama kali ini menjadi bagian penyelenggara Pemilu. Ia mengetahui bahwa suaminya sangat lelah, namun tidak dirasakannya. Kini Hartini menghidupi dua anaknya sendirian sebagai pekerja serabutan, menjadi buruh cuci terpaksa dia jalankan.

Baca Juga :  Ratusan Siswa SDM 1 Solo Sumbang Mainan "Othok-othok" Ambruknya SDN Gentong Pasuruan

Sementara itu, tetangga Pamuji, Agus Heri Pamungkas mengaku, almarhum merupakan sosok pekerja keras. Dalam menjalankan tanggung jawabnya dia memiliki jiwa sosial dan dedikasi yang tinggi.

“Mungkin Pamuji kelelahan dalam menjalankan tugasnya, makan jadi tidak teratur. Beliau sosok yang totalitas dalam bertugas demi menyukseskan Pemilu di sini,” katanya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Solo, Nurul Sutarti, menyampaikan rasa dukanya yang mendalam atas meninggalnya Pamuji.

“Pamuji Ruswandi merupakan petugas keamanan KPPS, TPS 70 yang bertugas dari sebelum hingga setelah Pemilu usai,” katanya. Syahirul

Loading...