loading...
Loading...
Stiker bertuliskan nyleneh di motor pelaku pencabulan siswi SMA asal Tanon Sragen yang diamankan di Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kasus pencabulan yang menimpa ADN (16) siswi kelas I SMA asal Kecik, Tanon, Sragen oleh pria kenalan barunya di Facebook (FB), menyisakan cerita lain.

Tak hanya kebiadaban pelaku menodai korban yang masih di bawah umur, aksi pelaku yang diketahui bernama Danang Riyanto (29) asal Dukuh Grogol RT 6 Desa Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, itu ternyata juga memunculkan kegeraman lain.

Setelah menuding korban sudah tidak perawan, belakangan muncul fakta baru soal kendaraan bermotor yang digunakan dalam aksi pencabulan itu.

Rupanya di sepeda motor Honda Vario milik pelaku yang bernopol AD 4790 OK warna hitam itu ditempeli stiker provokatif.

Baca Juga :  Warga Padati Rekonstruksi Tabrak Lari Yang Tewaskan Bripka Kurniawan di Sidodadi Masaran. Tim Polda Jateng Ikut Turun Tangan

Stiker yang ditempel di bagian depan bawah kap lampu itu bertuliskan kalimat dalam bahasa jawa. Bunyinya “Pegat Bojomu Rabi Ro Aku Wani Ra” (Ceraikan pasanganmu nikah denganku berani tidak).

Sontak saja, tulisan di stiker itu sempat menyita perhatian petugas dan awak media yang hadir dalam konferensi ungkap kasus di Mapolres beberapa waktu lalu.

“Agak nyleneh. Sepertinya setel (pas) antara perilaku pemiliknya dan kalimat stiker yang dipasang di motornya,” ujar Widodo, salah satu warga yang terheran-heran melihat stiker di motor pelaku.

Ya, entah mencerminkan tabiat pemiliknya atau hanya kebetulan, motor hitam dengan stiker nyleneh itu seolah menjadi saksi bagaimana perbuatan bejat Danang kini harus dipertanggungjawabkannya di hadapan hukum.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Kedawung, 75 Batang Jati dan 7 Rumpun Bambu  Hangus Terbakar. Kerugian Ditaksir Capau Rp 100 Juta 
Tersangka saat diamankan di Mapolres Kamis (4/4/2019). Foto/Wardoyo

Meski segudang dalih ia lontarkan, faktanya tindakan bejatnya mencabuli berulangkali siswi SMA itu tetaplah tindak pidana karena korban tercatat masih di bawah umur.

Kasat Reskrim AKP Harno menegaskan tersangka bakal dijerat dengan UU Perlindungan Anak dan pasal Pencabulan KUHP.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Saat ini tersangka berikut barang bukti termasuk kendaraan yang digunakan sebagai sarana melakukan tindak pidana pencabulan, sudah kita amankan,” tandasnya. Wardoyo

Loading...