loading...
Loading...
Ilustrasi

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Ketika ragu-ragu terhadap Capres Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto, para pemilih mengambang (swing voters) akhirnya menuntut bocoran sosok menteri dalam kabinet kedua capres.

Hal itu diungkapkan oleh  Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters Indonesia, Adhie Massardi. Dia mengatakan,  debat kandidat presiden-wakil presiden selama ini belum cukup menjadi alasan rasional bagi kelompok pemilih mengambang untuk menentukan pilihan.

Dia pun meminta pasangan Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno membeberkan siapa saja tim inti mereka seumpama terpilih nanti. Dia mengatakan, informasi ini akan mendorong kelompok pemilih mengambang untuk mengambil keputusan.

“Kami juga ingin ada manuver baru dari para paslon ini dengan mengumumkan tim intinya. Mereka ini kalau menang tim intinya siapa sih, yang mau mengerjakan gagasan-gagasan mereka itu siapa,” kata Adhie ketika ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019).

Adhie mengatakan para kandidat tak harus mengumumkan semua orang yang akan mengisi kabinet. Dia menjelaskan, yang dimaksudnya tim inti ialah siapa saja orang-orang yang akan ditunjuk presiden terpilih untuk mengurus triumvirat: yakni menteri urusan dalam negeri, luar negeri, dan pertahanan.

Baca Juga :  Serikat Pekerja PT Pertamina Takut Jika Ahok Jadi Bos Mereka, Ini 2 Alasannya

Mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini menambahkan,  dua bidang lain yang dianggapnya juga krusial, yakni ekonomi dan hukum.

“Kami ingin tahu siapa sih kandidat Jaksa Agung dari paslon satu dan dua. Lalu siapa sih yang kira-kira mengurusi ekonomi,” ucapnya.

Adhie menilai, dari penjabaran ini kelompok swing voters dan masyarakat akan bisa memprediksi bagaimana pemerintahan ke depan berjalan. Dia mencontohkan, masyarakat bisa menilai apakah visi swasembada pangan bisa terlaksana bila menteri yang membidangi ekonomi ternyata gemar melakukan impor.

“Misalnya kemarin, mau swasembada pangan tapi orang yang duduk di Mendag (Menteri Perdagangan) orang yang gila impor. Itu pasti enggak nyambung. Kami tidak ingin hal-hal ini terulang lagi,” kata Adhie.

Hasil sigi lembaga survei Indikator pada Maret lalu mencatat angka swing voters sebesar 16,9 persen dan masih ada 7,2 persen pemilih yang belum menentukan pilihan. Survei ini melibatkan 1.220 responden dengan margin of error sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga :  Arus Dukungan untuk Airlangga Menguat dari Mayoritas DPD I, Peluang Aklamasi

Menurut Adhie, manuver paslon memberitahukan siapa tim inti mereka akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilih. Asalkan, kata dia, tim inti yang ditawarkan memang orang yang profesional dan diyakini mampu menjalankan program para kandidat.

Dia menegaskan tak harus seluruh isi kabinet dijabarkan oleh kandidat. Sebab, kata dia, tak bisa dipungkiri ada jabatan-jabatan tertentu yang akan diberikan kepada partai pengusung sebagai konsekuensi kesepakatan politik.

Namun, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini mewanti-wanti agar posisi tim inti yang dia sebutkan tadi benar-benar diisi oleh figur-figur kredibel.

“Kami bisa terima kalau konsesi untuk kementerian tertentu balas jasa (ke partai politik), tapi kan kementerian yang vital untuk rakyat, misal kementerian ekonomi, kejaksaan, itu jangan di-deal-kan ke partai politik,” kata dia.

www.tempo.co

Loading...