JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Waduk Kedung Ombo Sragen Kembali Memakan Korban. Pemancing Asal Mondokan Hilang Lalu Ditemukan Tewas di Dasar Waduk

Kondisi korban yang tewas tenggelam di WKO wilayah Ngandul Sumberlawang sesaat usai ditemukan, Senin (15/4/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi korban yang tewas tenggelam di WKO wilayah Ngandul Sumberlawang sesaat usai ditemukan, Senin (15/4/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Waduk Kedung Ombo (WKO) Sragen kembali memakan korban. Senin (15/4/2019) seorang warga Mondokan, Sragen ditemukan tewas tenggelam setelah terpeleset di bibir waduk tepatnya di Dukuh Duwet RT 019, Desa Ngandul, Sumberlawang, Sragen.

Korban diketahui bernama Guntur Dwi Hasta (32) asal Dukuh Guli RT 1, Gumantar, Mondokan.

Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 09.30 WIB saat hendak memancing di WKO bersama keponakannya, Santoso (12).

Menurut keterangan Santoso, pagi itu ia hendak memancing bersama pamannya itu. Korban tiba di WKO pukul 09.00 WIB.

Baca Juga :  Pilkada Sragen Diundur, Jumlah Pemilih Pemula Bakal Bertambah 3.033 Orang Jadi 780.929 Orang

Sekira pukul 09.25 WIB korban hendak memeriksa pelampung kambangan pancing dengan masuk ke air.

Namun bersamaan dengan itu, tiba – tiba korban tergelincir dan tubuhnya langsung menghilang.

Mengetahui kejadian tersebut, Santoso langsung histeris dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Teriakan Santoso membuat warga sekitar langsung berhamburan mendekat untuk membantu melakukan pencarian.

“Setelah dilakukan pencarian, sekira pukul 10.00 WIB, jasad korban ditemukan di kedalaman 2 meter dibawah air. Posisi saat ditemukan sudah bergeser sekitar kurang lebih dari 10 meter dari lokasi tenggelam,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP.Agus Jumadi Senin (15/4/2019).

Baca Juga :  Berkah HUT Polri, 22 Warga Sragen Hari Ini Dapat Gratisan Mengurus SIM. Kasat Ungkap Ada Sponsor Yang Mbayari!

Menurutnya, dari hasil identifikasi Tim Inavis Polres Sragen, tidak diketemukan adanya bekas penganiayaan.

Kondisi korban perut sudah sedikit membesar karena terisi air, korban murni meninggal dunia dikarenakan tenggelam.

“Keluarga korban yang hadir di TKP sudah menerima dengan ikhlas atas meninggalnya korban. Jenazah Korban langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga oleh Muspika dipimpin Kapolsek Sumberlawang AKP Fajar Nur Ihsanudin,” pungkas AKP Agus. Wardoyo