JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Awas Boraks dan Formalin pada Makanan, Begini Tips Memilih Makanan Sehat

Petugas dari Dinas Kesehatan saat mengambil sampel takjil. Surya 
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Petugas dari Dinas Kesehatan saat mengambil sampel takjil. Surya

JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam jangka panjang zat kimia berbahaya seperti boraks, formalin, rodhamin B hingga metanil yellow sebagai pengawet makanan mempunyai efek buruk bagi tubuh.

Akibat buruk dari bahan kimia tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang dalam jangka panjang.

Formalin memicu gagal ginjal, Kanker, dan mengancam kesehatan hati.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Farmakmin Dinas Kesehatan Kota Surabaya Ummul Jariyah memberikan tips untuk mewaspadai bahaya bahan tersebut.

Baca Juga :  Berkumur Air Garam Bisa Redam Covid-19? Ini Fakta Ilmiahnya

(Puskesmas Camplong Belum Dipafing dan Dipagari, Dinas Kesehatan: Mudah-mudahan Terpasang Tahun 2020)

“Formalin sebagai pengawet tapi dipakai untuk makanan bisa mempengaruhi eksresi manusia yaitu ginjal dan liver,” kata Kasi Farmakmin Dinas Kesehatan Kota Surabaya Ummul, Senin (21/5/2019).

Bahaya makanan mengandung bahan kimia tersebut dapat dikenali dari bentuk fisik, warna, tekstur dan rasa dari makanan yang akan dibeli.

“Seperti formalin dan boraks bisa dikenali pada makanan yang kenyal,” katanya.

Baca Juga :  Berkumur Air Garam Bisa Redam Covid-19? Ini Fakta Ilmiahnya

Masyarakat juga dapat melihat perubahan makanan selama waktu dua hari, jika tidak rusak dapat dicurigai mengandung formalin dan boraks.

Sementara itu Rhodamin B itu warna terang.

Ummul menyebut warna dengan bahan rhodamin B tidak berpendar dan tidak homogen jika dilihatkan ke matahari.

“Makanan yang mengandung bahan Rhodamin B dan Metanil Yellow, memiliki ciri-ciri warnanya mencolok, cerah mengkilap, warnanya tidak mengkilap, dan rasanya pahit,” katanya.

www.tribunnews.com