loading...
Loading...
Ilustrasi makanan gizi seimbang. pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Saat menjalankan puasa Ramadan tubuh tidak mendapat asupan makanan selama 13-14 jam. Waktu makan besar pun harus bergeser, yang semula tiga kali sehari menjadi dua kali sehari.

Agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang cukup selama berpuasa, maka ada beberapa hal yang harus dipenuhi.

Ketua Pergizi Indonesia Profesor Hardinsyah menyebut, selama berpuasa asupan makanan sebaiknya tidak lebih dari kebutuhan tubuh, rata-rata sekitar 1.500 hingga 2.000 kalori per hari, tergantung pada berat badan dan tinggi badan seseorang.

Ia mencontohkan pola makan yang baik untuk tubuh selama berpuasa sebagai berikut. Saat sahur, sebaiknya Anda bangun 30 menit sebelumnya untuk mempersiapkan lambung menerima makanan. Sebelum makan, minumlah segelas air putih. “Jangan bangun tidur langsung makan, itu bisa menyebabkan inflamasi halus di lambung,” kata dia Gerakan #MakanBijak yang diinisiasi Mylanta di Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.

Baca Juga :  Penderita Hepatitis A Bisa Sembuh Total, ini Syaratnya

Untuk orang diet, biasanya dua sendok makan nasi sudah cukup. Tapi itu harus ditemani dengan beragam makanan lain yang kaya gizi dan serat. “Kalau ingin energi sampai sore, sayur asam bagus karena ada jagung yang seratnya tinggi, melinjo, kacang panjang, dan nangka muda yang seratnya juga tinggi,” ujar dia.

Selain sayur, serat juga bisa didapat dari buah-buahan. Makanan yang berserat tinggi, kata Hardinsyah, akan lebih lambat dicerna tubuh sehingga bisa membuat rasa kenyang lebih lama. Sebaliknya, ia tidak menyarankan makanan manis karena itu cepat dicerna.

Saat berbuka, Anda bisa mengonsumsi makanan yang lembut dan manis. Makanan berbuka akan membantu mempersiapkan lambung sebelum menerima makanan besar. “Dianjurkan yang berair, ada kurma atau buah papaya. Pepaya bagus karena manis, lembut, dan gizinya banyak,” kata dia.

Baca Juga :  Penderita Hepatitis A Bisa Sembuh Total, ini Syaratnya

Setelah diisi makanan lembut dan minum air putih, beri jeda perut selama 15 menit. Gunakan waktu itu untuk beribadah. Lalu, Anda bisa mulai makan malam. Makan malam pun harus bertahap. “Ini titik kritis, sebenarnya perut belum mau (menerima) tapi mau tidak mau. Makanya harus pelan-pelan agar tidak timbul rasa sakit,” ujar dia.

www.tempo.co

Loading...