loading...
Loading...
Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat mengecek pusat monitor arus yang terkoneksi dengan 9 titik CCTV. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Sembilan titik di jalur Sragen akan terpantau oleh kamera CCTV selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Sembilan kamera CCTV itu akan terkoneksi dengan ruang monitoring center dan vicon Polres Sragen.

Penggunaan teknologi CCTV yang terkoneksi di pusat monitoring Polres itu disiapkan untuk memininalisir kemacetan maupun kepadatan arus selama mudik dan balik.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengungkapkan sembilan titik CCTV itu di antaranya terpasang di  simpang empat Pilangsari, simpang empat terminal lama, simpang empat alun-qlun kota Sragen, simpang empat pos lalu lintas pasar Bunder dan simpang tiga Gambiran.

Baca Juga :  Usai Didemo, Rekanan Proyek Grompol-Jambangan Kerahkan Mobil Tangki Sirami Jalur Debu. Warga Desak Izin Dikaji Ulang! 

Kemudian di simpang tiga Pungkruk Sidoharjo atau exit Tol, simpang empat SMPN 6 Sragen, simpang empat ring road pasar Bunder, dan simpang tiga Harmoni Beloran.

“Ruang monitoring center dan vicon Polres Sragen ini ditujukan untuk memberikan informasi secara jelas tentang situasi arus lalu lintas khususnya di kabupaten Sragen. Melalui sembilan titik pantauan CCTV ini nantinya akan lebih mudah memantau situasi arus di sembilan titik kabupaten Sragen,” papar Kapolres di sela pengecekan koneksi CCTV di pusat monitoring Polres kemarin.

Baca Juga :  Kronologi Penggerebekan Penjual HIK Bandar Sabu Asal Kedawung. Ternyata Sudah sering Pasok Sabu ke Sragen

Menurut Kapolres dengan terkoneksi, nantinya operator dapat memberikan informasi kepada publik ataupun petugas pengamanan tentang situasi arus lalu lintas di Sragen saat dimulai arus mudik dan balik.

Diharapkan nantinya potensi kemacetan bisa diminimalisir dan menekan penumpukan arus.

Baca Juga :  Kecelakaan Motor 2 Bocah SD asal Sragen dan Karanganyar di Masaran. Gara-gara Ngebut, Ringsek Seruduk Motor Misterius

“Mudah-mudahan dengan memanfaatkan peralatan ini, situasi arus mudik dan balik lebaran dapat terkondisi. Bilamana terjadi kemacetan atau kesemrawutan arus, maka petugas dapat segera melakukan rekayasa lalu lintas sehingga hal itu tidak ada kemacetan,“ pungkasnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...