loading...
Loading...
Penampakan gerbang luar SBBS Gemolong Sragen yang kini ditutup jenjang SMAN-nya oleh Kemendikbud. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen menyatakan mendukung keinginan komite dan guru yang menghendaki dibukanya kembali SMAN Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) Gemolong Sragen. SMAN  yang dibangun oleh pemerintah bekerjasama dengan Pasiad Turki tahun 2008 itu ditutup oleh Kemendikbud dan Pemprov pada Oktober 2017.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Disdikbud Kabupaten Sragen, Suwardi, Senin (20/5/2019). Ia mengatakan menyikapi aspirasi dan desakan komite sekolah, pihaknya menyatakan menghargai aspirasi itu.

“Kalau memang dibuka lagi, ya dinas mendukung,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM.

Meski demikian, ia mengatakan kewenangan pembukaan itu sepenuhnya berada di Pemprov Jawa Tengah. Sebab saat ini pengelolaan SMA dan SMK sudah diambilalih oleh Pemprov.

“Kami menyerahkan pada Pemprov.  Karena kewenangan penuh ada di Pemprov,” terangnya.

Sebelumnya Komite Sekolah menyambangi pihak sekolah untuk mengungkapkan aspirasi wali murid dan masyarakat, Sabtu (18/5/2019).

Ketua Komite SMAN SBBS Gemolong, Agung Purnomo mengaku kecewa berat dengan kebijakan pemerintah provinsi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ternyata telah menutup operasional SMAN SBBS Gemolong.

Penutupan yang menurutnya dilakukan sepihak itu diketahui dari Surat Keputusan Penutupan yang diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Jateng Oktober 2017.

Baca Juga :  Berawal dari Pesan WA, Kedok Pengedar Sabu asal Sambirejo Sragen Terbongkar. Polisi Amankan Satu Bungkus Rokok Isi Sabu 

Surat itu ditandatangani Kadisdikbud Jateng wakti itu, Gatot Bambang Hastomo. Dalam surat itu disebutkan SMAN SBBS Gemolong ditutup karena sejumlah alasan. Diantaranya SMAN SBBS tidak memiliki aset tanah, kemudian tidak memiliki guru PNS, dan sejak 2017/2018 sudah tidak memiliki peserta didik.

Agung juga menunjukkan salinan keputusan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI soal penutupan SMAN SBBS Gemolong Sragen No:512/MPK.D/KS/2017.

Pihaknya menyayangkan keputusan penutupan SMAN SBBS Gemolong itu. Sebab selain tanpa pembicaraan dengan internal komite dan guru-guru, penutupan itu juga telah memupus harapan siswa dan orangtua yang masih menghendaki sekolah di SMAN SBBS Gemolong.

“Apalagi fasilitas, sarana prasarana di sekolah ini lebih dari sekolah SMA lain yang ada di Sragen. Baik ruangan, laboratorium dan lainnya. Dari sisi prestasi juga. Makanya ketika tahu SMA SBBS ditutup oleh Pemprov itu, kami sangat kecewa berat,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Sabtu (18/5/2019).

Mewakili suara komite dan wali murid, Agung menyesalkan penutupan itu. Sebab sejak dibangun pemerintah pusat pada 2008, selama ini SMAN SBBS banyak melahirkan ratusan gelar dan prestasi dari regional, nasional hingga internasional.

Baca Juga :  Innalillahi, Petani di Sidoharjo Sragen Ditemukan Tewas Mengenaskan Kesetrum Pompa Air. Saat Ditemukan Dalam Kondisi Terduduk

Menurutnya penutupan itu sangat kontradiktif dengan komitmen pemerintah yang selama ini selalu berkoar menempatkan pendidikan sebagai sektor prioritas pembangunan.

“Kami enggak habis pikir, katanya pemerintah memprioritaskan pendidikan. Tapi mengapa sekolah yang sudah bagus, banyak berprestasi, menjadi kebanggaan Sragen, Jateng bahkan Indonesia, malah ditutup sepihak seperti ini. Eman-eman kan, sekolah yang dibangun menghabiskan banyak dana rakyat, akhirnya terbiarkan terbengkalai seperti ini,” urai Agung.

Padahal, sebagian besar siswa SMP SBBS yang saat ini duduk di tingkat akhir atau kelas IX, banyak yang ingin melanjutkan lagi di SMAN SBBS. Kemudian para orangtua siswa, guru serta Kades di tiga kecamatan sekitar Gemolong, juga sudah menyatakan dukungan agar SMAN SBBS bisa kembali dibuka. Wardoyo

 

Loading...