JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Dua Pemuda Umbar Tembakan di Sekolah, 1 Siswa Tewas, 7 Lainnya Luka-luka

pistol
Ilustrasi/teras.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

COLORADO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua orang pemuda  melepaskan tembakan di sebuah sekolah pinggiran Kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat.

Akibatnya tragis, seorang siswa tewas dan tujuh orang lainnya luka-luka serius.

Tony Spurlock, selaku sheriff di Douglas County mengatakan, korban tewas adalah pelajar pria berusia 18 tahun. Adapun usia korban cedera bervariasi. Yang paling muda berusia 15 tahun.

“Kedua pelaku berjalan ke sekolah STEM, masuk jauh ke dalam sekolah, dan berinteraksi dengan sejumlah pelajar di dua lokasi berbeda,” kata Spurlock.

Kepada Reuters, Spurlock mengatakan kedua tersangka adalah laki-laki. Seorang di antara mereka dikategorikan dewasa, seorang lainnya berusia di bawah 18 tahun.

Baca Juga :  Walikota Seoul Ini Menghilang dari Rumah, Tahu-tahu Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri

Sekolah Science, Technology, Engineering and Math (STEM) itu sendiri menampung pelajar dari taman kanak-kanak hingga kelas 12.

Dikatakan Spurlock, aparat menerima pemberitahuan “hampir seketika” dan langsung meluncur ke tempat kejadian perkara sekitar dua menit kemudian.

Mereka “berjibaku dengan kedua tersangka” yang kemudian diamankan.

Seorang pria yang mengaku bernama Fernando Montoya menyebutkan putranya yang berusia 17 tahun dan merupakan pelajar di sekolah tersebut, ditembak sebanyak tiga kali.

Montoya mengatakan putranya memberitahu kepada dia bahwa salah seorang tersangka berjalan masuk ke ruang kelas dan melepaskan tembakan.

Baca Juga :  PBB Umumkan Amerika Serikat Akan Tinggalkan WHO Tahun Depan

Seorang tersangka lainnya sudah berada di ruang kelas terlebih dulu, kata Montoya menirukan ucapan putranya.

“Menurutnya, seorang pria mencabut pistol dari wadah gitar dan mulai menembak,” kata Montoya kepada stasiun berita Denver 7.

Menanggapi kejadian ini, Gedung Putih menyampaikan belasungkawa.

“Doa kami untuk para korban, anggota keluarga, dan mereka yang terdampak oleh penembakan hari ini,” kata juru bicara Gedung Putih, Judd Deere.

“Gedung Putih telah berkomunikasi dengan para pejabat negara bagian dan wilayah setempat. Presiden telah diberitahu dan terus memantau situasi terkini,” sambungnya.

www.tribunnews.com