loading...
Loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekali lagi Waketum Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan menegaskan, partai tersebut patut mempertimbangkan opsi merapat ke kubu Jokowi.

Menurut Bara, opsi tersebut merupakan salah satu pilihan rasional bagi PAN saat ini.

“Itu salah satu pilihan (bergabung ke Jokowi). Nanti kami bicarakan. Ini pilihan yang tentu bisa kami pertimbangkan,” ujar Bara Hasibuan saat ditemui di kantor PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019).

Toh, kata Bara, kontrak politik partainya untuk mendukung Prabowo-Sandi dalam koalisi Adil Makmur hanya sampai pemilihan presiden 2019.

“Komitmen kami sampai pilpres 2019. Setelah itu kami punya otoritas menentukan langkah apa yang terbaik bagi kami lima tahun ke depan. Apakah di luar atau di dalam pemerintahan,” ujar Bara Hasibuan.

Baca Juga :  Viral Video Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Berwajah Cantik Mabuk Sambil Joget Seksi di Kafe, Ini Fakta-faktanya

Ihwal nantinya usul tersebut ditolak oleh politikus senior PAN Amien Rais, kata dia, tentu akan dibicarakan lebih lanjut.

“Segala sesuatu kan nanti kami bicarakan. Yang penting kami mengambil keputusan secara rasional. Bukan emosional, like atau dislike,” ujar dia.

Bara kembali menegaskan, bahwa partainya memiliki historis lebih banyak di dalam pemerintahan selama ini.

PAN, kata Bara, berada di luar pemerintah pada 2014-2015 setelah pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa, yang mereka usung saat itu kalah di pemilihan presiden oleh Jokowi – Jusuf Kalla.

Namun PAN pindah posisi pada 2016 untuk menjadi pendukung pemerintah meski keluar lagi setelah memutuskan mendukung Prabowo di Pilpres 2019.

Baca Juga :  Amien Rais Mengaku Sedih PAN Dukung Jokowi Tanpa Syarat

“Jadi sebetulnya histori PAN, pattern kami adalah memang berada di dalam pemerintahan. Jadi itu bukan sesuatu yang aneh kalau PAN akan lakukan itu (mendukung Jokowi lagi),” ujar dia.

www.tempo.co

Loading...