JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

561 Calhaj Karanganyar Mulai Manasik, Satu Anggota DPRD Bakal Jadi TPHD. Bupati Pesan Jaga Niat dan Tutur Kata 

Ilustrasi/tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi/tempo.co

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 561 calon jemaah haji Kabupaten Karanganyar menjalani manasik haji untuk menjadi haji mandiri, Selasa (11/06/2019) di Gedung Wanita Karanganyar. Mereka nantinya akan diberangkatkan ke tanah suci melalui tiga kloter bersama 4 petugas TPHD yang salah satunya anggota DPRD.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Karanganyar, Siti Maesaroh mengungkapkan untuk jumlah keseluruhan jama’ah calon jama’ah haji Kabupaten Karanganyar tahun 2019 sebanyak 561 orang.

Mereka akan terbagi menjadi tiga kloter yakni kloter 3 berjumlah 334 orang mulai masuk asrama haji Donohudan, Sabtu Tanggal 6 Juli 2019. Dan kloter 4 berjumlah 223 orang berangkat Minggu tanggal 7 juli mulai masuk asarama haji Donohudan.

Baca Juga :  Dapat Restu Jokowi, Pemkab Karanganyar Langsung Kebut Perubahan Anggaran. Anggaran Refokusing Covid-19 Rp 247 Miliar Diperkirakan Hanya Sisa Rp 5-10 Miliar

“Sedang kloter 97/kloter terakhir atau kloter Sapu Jagad berjumlah 4 orang tanggal keberangkatan menyusul, untuk kuota TPHD di Karanganyar sebanyak 4 orang yakni Bp.Samian, Bp.Sunaryo, Mardonari Dinsos dan Hanung Purwadi anggota Legislatif Karanganyar,” paparnya.

Kegiatan Manasik Haji akan dilaksanakan dua hari yakni Selasa (11/06/2019) di Gedung wanita Karanganyar dan Rabu (12/06/2019) di Edupark dan Masjid Agung Karanganyar.

Menurutnya maksud dan tujuan diadakannya Manasik Haji yakni untuk mempermudah jamaah calon haji bisa memahami secara teori dan praktek sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar sehingga menjadi haji mabrur.

Baca Juga :  SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Bekali Guru dengan UU Perlindungan Anak. Antisipasi Agar Guru Tak Mudah Terjerat Hukum

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutan, mengatakan ibadah haji itu perlu persiapan-persiapan yang matang karena ini merupakan perjalanan jauh. Jangan sampai ada prasangka-prasangka yang kurang atau tidak baik karena hanya akan merusak niat baik ibadah haji.

“Oleh karenanya untuk ditata hatinya, ditata tutur kata, perilakunya. Karena kita dipanggil sebagai tamunya Allah Swt untuk dihapuskan segala dosa sebagaimana kembali fitri/suci dengan melaksanakan ibadah dengan baik khusyuk hanyaniat lillahi ta’ala”,pesannya. Wardoyo