loading...
Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim Densus 88 antiteror kini tengah mendalami kemungkinan keterkaitan pelaku bom Kartasura dengan swl tidur teroris lainnya.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo.

Pelaku bom Kartasura itu swnsiri kini kondisi kesehatannya membaik dan sudah bisa dimintai keterangan.

“Memang dia tidak terafiliasi dengan kelompok teroris yang terstruktur, tapi dia berkomunikasi dengan sleeping cell yang lain, itu sedang didalami,” kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/6/2019).

Dedi menuturkan hal itu diketahui dari pengakuan pelaku bom. Pelaku juga mengaku pernah bertukar pengalaman merakit bom dengan sesama lone wolf atau pengikut kelompok teroris yang berjuang sendiri. Ia belajar merakit bom secara otodidak dari internet.

Baca Juga :  Data Pasien Positif Virus Corona per Provinsi di Indonesia, Mulai Jakarta, Jabar, Jateng, DIY Hingga Jatim

Pelaku melakukan aksinya pada Senin (3/6/2019)  sekitar pukul 22.45 WIB. Mengenakan kaus berwarna hitam, celana jeans serta memakai headset, pelaku berjalan menuju Pos Pantau Tugu Kartasura.

Ia sempat duduk di trotoar depan pos. Lalu, sepuluh menit kemudian terjadi ledakan di depan pos yang mengakibatkan orang tersebut luka-luka. Pelaku dilarikan ke rumah sakit.

Kondisi kesehatan pelaku sudah cukup stabil dan penyidik Densus sudah meminta keterangan darinya.

Pelaku bom Kartasura ini juga membaiat dirinya ke kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dengan menggunakan akun media sosial Facebooknya.

Baca Juga :  Tak Boleh Angkut Penumpang, Driver Ojol Tuntut Kompensasi Penghasilan

“Dia membaiat diri dengan akun FB-nya langsung ke ISIS. Sedang didalami jaringan komunikasi pelaku di akun FB,” kata Dedi.

Dari hasil penyelidikan, diketahui ponsel pelaku bom telah dirusak. Hal ini menjadi kendala dalam proses penyidikan di laboratorium digital forensik.

www.tempo.co