JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ideologi Pancasila Mulai Luntur Itu Nyata, Ini Faktanya

Tempo.co
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –  Ideologi Pancasila, belakangan ini mulai luntur. Demikian diungkapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan),
Ryamizard Ryacudu, Kamis (19/6/2019).

Dia mengatakan dari hasil survei terlihat ada 23,4 persen mahasiswa yang setuju dengan jihad untuk menegakkan negara Islam atau Khilafah.

Data tersebut, menurut Menhan merupakan tanda bahwa ideologi Pancasila sudah mulai luntur.

Ia juga menghimbau kepada seluruh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk tetap menjaga keutuhan Negara dengan menjunjung tinggi ideologi Negara, yakni Pancasila.

Baca Juga :  Siswa, Guru, Mahasiswa dan Dosen Terima Bantuan 7,2 Juta Paket Kuota Internet

“Pancasila itu perekat negara. Rusaknya Pancasila, rusaknya persatuan kita. Hilangnya Pancasila, berarti hilangnya negara ini,” kata Ryamizard dalam sambutan halal bihalal di Cilangkap, Kamis (19/6/2019).

Ryamizard mengatakan ancaman Khilafah bersifat masif dan terstruktur. Ia menuding hal ini juga yang kemudian bermuara pada faham radikal yang bermunculan di Indonesia.

Tentunya, kata dia, ideologi tersebut menjadi kekhawatiran wajah Indonesia di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Meski Demo Tolak UU Cipta Kerja Sempat Ricuh, Namun Tak Sampai Ada Gas Air Mata

Ia menyebut sekitar 23,4 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar mendukung gerakan jihad mendukung berdirinya Negara Islam dan tidak setuju dengan nilai Pancasila.

Pada bulan Mei 2019, Menteri Pertahanan RI, Ryamizard memanggil sekitar 300 Rektor dari seluruh Universitas di Indonesia dan menyampaikan pentingnya menjaga Ideologi Negara melalui sektor pendidikan.

“Karena dalam pengamatan kami, ada 23,4 persen mahasiswa setuju dengan jihad untuk tegaknya negara islam atau khilafah,” katanya.

www.tempo.co