loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com –  Sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan dimulai Jumat (14/6/2019), tidak akan diikuti dengan pembatasan media sosial.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Dia  memastikan tidak ada pembatasan akses sosial media saat sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi berlangsung.

Namun ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarkan berita negatif.

Baca Juga :  Error Sistem, Saldo Nasabah Jadi Rp 0, Bank Mandiri Minta Maaf

“Enggak ada (pembatasan). Insya Allah,” ujar Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Sebelumnya, Wiranto serta Kementerian Komunikasi dan Informasi membatasi penggunaan media sosial pada 21-23 Mei.

Wiranto mengatakan kebijakan itu diambil demi kepentingan keamanan nasional, yakni mencegah munculnya hoaks mengenai demo 22 Mei saat penerapan hasil pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum.

Baca Juga :  Pencetus People Power Setuju 1.000% Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi

“Kalau sudah ke arah sana (keamanan nasional) dan alasannya sangat rasional saya kira enggak apa-apa,” katanya 22 Mei lalu.

Menkominfo Rudiantara kala itu mengatakan pembatasan dilakukan dengan memperlambat kecepatan mengunggah dan mengunduh video dan gambar di aplikasi WhatsApp, Instagram dan Facebook. Pembatasan ini hanya dilakukan sementara.

Dalam momen krusial kali ini, Wiranto mengatakan tak mengambil kebijakan membatasi akses media sosial. Namun mantan Panglima ABRI ini mengimbau kepada masyarakat agar tidak membiarkan berita negatif yang bisa menyerang opini publik. Itu pula, kata dia, yang menjadi landasan pemerintah sempat membatasi sosial media.

Baca Juga :  Menuju Bursa Ketum Golkar, Bamsoet Mulai Lakukan Manuver

“Berkta bohong, hoaks, yang mengacaukan opini publik, itu kan juga membuat tidak nyaman dan tidak aman, dan memprovokasi masyarakat untuk berbuat sesuatu yang negatif,” tuturnya.

www.tempo.co

Iklan
Loading...